25 Tip Dan Trik Facebook

Posted: Oktober 26, 2011 in tips facebook

1. Sembunyikan Status Online Facebook Anda Dari Teman Dipilih:

Jadi, Anda ingin menggunakan Facebook chat tetapi tidak ingin beberapa orang untuk melihat status online Anda? Cukup membuka Chat Facebook dan klik Teman Daftar. Mulai membuat daftar baru yang disebut BlockList.

Setelah daftar dibuat, menambahkan teman-teman ke daftar yang ingin Anda tampil offline untuk. Ketika daftar selesai, hover mouse ke ikon hijau kecil berdekatan dengan daftar dan klik Go Offline. Bingo! Anda sekarang akan muncul offline ke semua orang di BlockList tersebut. juga cara hack facebook mudah
2. Lihat Profil a Teman Tanpa Aplikasi Messy:

Jika Anda seperti saya, Anda sering kesal oleh puluhan konyol aplikasi bahwa orang-orang yang telah ditambahkan ke profil mereka. Berikut Grease Monkey sebuah script yang memungkinkan Anda untuk melihat profil apapun tanpa semua aplikasi. Ingat: web browser Mozilla Firefox adalah sebuah prasyarat untuk menjalankan Greasemonkey.
3. Tampilan Facebook Status Anda Pada Blog WordPress Anda:

Anda ingin menampilkan status Facebook update di blog WordPress Anda? Ada sebuah plugin yang tidak tepat. StatusPress memungkinkan Anda menampilkan status Anda update widget di blog WordPress Anda.
4. Akses Facebook Chat Melalui Desktop Anda:

Tidak perlu pergi ke Facebook . com jika semua yang Anda ingin lakukan adalah menggunakan Facebook chat. Anda dapat melakukannya langsung dari desktop Anda menggunakan klien seperti social.im , Adium atau Obrolan. Cara merubah dan ganti layout facebook

ChitChat
5. Update Facebook Status Dari Firefox:

Jika Anda adalah seorang pecandu firefox Anda tidak perlu menggunakan yang lainnya perangkat lunak untuk memperbarui status Facebook. Cukup menginstal FireStatus add-on dan memperbarui status Anda langsung dari browser Anda. Anda juga dapat menggunakan Facebook Toolbar untuk sepenuhnya mengelola Facebook dari browser Firefox Anda. Ganti Layout Facebook

6. Buat Sebuah Kolase Foto Dari Gambar Dari Teman Facebook Anda:

Mudah membuat kolase dari gambar foto profil dari semua teman Anda menggunakan Facebook Facebook app sederhana yang disebut Foto Kolase.
7. Tambahkan Seorang teman Baru Tapi Sembunyikan Ini Dari Anda Status Update:

A besar tutorial oleh Tim Watson menuntun Anda melalui proses menyembunyikan tindakan spesifik dari update status Anda.
8. Jadwal Facebook Pesan Kirim Kemudian To Be:

Jika Anda ingin pesan Facebook jadwal Anda akan mengirim suatu saat nanti, Sendible adalah alat yang hebat untuk melakukan itu. Anda juga dapat menggunakan Sendible untuk menjadwalkan pembaruan status Anda.

Sendible
9. Bagaimana Untuk Berbagi Foto Flickr Di Facebook:

My Flickr adalah aplikasi Facebook yang memungkinkan Anda menampilkan foto Anda dan set foto Flickr di Facebook jadi teman-teman Anda dapat melihat dan mengomentari mereka tanpa meninggalkan Facebook. buat badge facebook
10. Cara Download Album Facebook Foto:

Pernah merasa perlu untuk men-download lengkap foto album dari Facebook. Anda dengan mudah dapat melakukannya dengan baik aplikasi desktop Windows yang bernama FotoBounce atau yang besar Firefox add-on FacePad.

Fotobounce
11. Upload Foto Di Facebook Dari Telepon Anda:

Semua ponsel pintar seperti iPhone dan Blackberry membuat mudah untuk meng-upload foto ke account Facebook Anda tetapi bagaimana Anda akan melakukannya jika Anda memiliki telepon biasa? Di sini adalah tutorial yang bagus untuk memandu Anda melalui.
12. Magic Lingkaran Di Facebook:

Anda mungkin telah mendengar tentang kode Konami yang membuat buram lingkaran merah pada halaman Facebook Anda. Ini mungkin salah satu trik paling populer Facebook tersembunyi. Berikut adalah cara melakukannya:

Press Up, Up, Down, Bawah, Kiri, Kanan, Kiri, Kanan, B, A, kemudian tekan tombol Enter up & down & Magic lingkaran akan muncul!

Untuk menghentikan mereka hanya kembali halaman Anda.

MagicCircles
13. Gunakan Facebook Anda Like A Pirate:

Apakah Anda suka berbicara seperti bajak laut? Anda dapat mengatur Facebook Anda muncul seperti halaman bajak laut dengan pergi ke Lancar Bahasa Pengaturan dan pengaturan untuk Bahasa Inggris (Pirate).

Pirate

14. Cara Masukkan Simbol Best Dalam Pembaharuan Status Anda:

Membuat status Anda update menarik dengan menyisipkan simbol dingin. Cukup menyalin mereka dari daftar ini dan paste di update status Anda.
15. Teman Itu otomatis Poke Poke Anda:

Tidak memiliki cukup waktu untuk menusuk kembali teman-teman yang menusuk Anda di Facebook? Otomatis dengan script Grease Monkey disebut Facebook Autopoke.
16. Upload Foto Dari Facebook PicasaTo:

Upload foto ke account Facebook Anda langsung dari Picasa dengan menggunakan Picasa app Facebook. Anda juga dapat meng-upload keterangan Picasa dan mengubah ukuran foto Anda sebelum meng-upload ke Facebook.
17. Cari Facebook Like A Pro:

Tidak semua orang tahu betapa kuatnya Facebook pencarian. Serupa dengan setiap besar pencarian mesin, Cari Facebook memiliki banyak opsi lanjutan untuk membantu Anda mencari seperti pro. Sebagai contoh jika Anda mencari seseorang bernama John Marsh dan menyaring hasil Anda ke hanya orang yang sudah menikah, Anda dapat mencoba Nama: John Status Marsh: menikah. Daftar lengkap tips pencarian Facebook dapat ditemukan di sini.

Search
18. Cara Update Facebook Status Dari Gmail:

Facebook gadget untuk Gmail memungkinkan Anda untuk mengupdate status Facebook kanan dari Gmail Anda.

Gadget
19. Cara Akses Gmail Dari Facebook:

Jika Anda jarang harus meninggalkan Facebook hanya untuk pergi memeriksa kotak masuk Gmail Anda, periksa Fmail. Ini merupakan aplikasi yang memungkinkan Anda memeriksa Anda dari dalam kotak masuk Gmail Facebook Anda.
20. Lihat Facebook Twitter gaya:

Jika Anda menyukai Twitter lebih dari Facebook, Anda dapat melihat Facebook Anda seperti kamu melihat Anda kericau menggunakan ini montir mobil script.
21. Impor Facebook Teman Untuk Twitter:

FB140 adalah alat sederhana yang memungkinkan Anda menemukan semua Facebook teman Anda yang menggunakan Twitter sehingga Anda dapat dengan mudah mengikuti mereka.
22. Akses Facebook Dari Microsoft Outlook:

Ini adalah tip yang besar bagi orang-orang menghadiri sekolah atau bekerja di tempat-tempat yang memblokir Facebook, namun memungkinkan Anda akses ke Microsoft Outlook. Sederhana menginstal FBlook plugin dan Facebook akses dari Outlook.
23. Tampilan Anda Facebook Status Upside Down:

Ini adalah trik dingin dan menyenangkan. Untuk menampilkan status update terbalik, hanya kepala ke FlipText dan ketik status Anda. Kemudian cukup klik pada Flip Teks dan copy-paste terbalik ke bawah teks ke dalam kotak status Anda Facebook.

FlipText
24. Update Status Facebook Menggunakan Twitter:

Apakah tidak Anda sukai untuk memperbarui status Anda di Facebook dan Twitter baik pada saat yang sama. Hanya menginstal Kericau aplikasi Facebook. Setelah disinkronisasikan, Anda tweets termasuk # Fb tag secara otomatis akan diposting sebagai update status di Facebook Anda. Rumah Abi
25. Download Video Dari Facebook:

Facebook memiliki salah satu koleksi terbesar pengguna dapat men-download videos.You upload sebagian besar video dari Facebook dengan menggunakan klien seperti SpeedBit atau DownFacbook.

PELAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN
Pengertian Sirkulasi
Kata sirkulasi berasal dari bahasa inggris “Circulation” yang berarti perputaran, peredaran, seperti pada “ sirkulasi udara” sirkulasi uang dan sebagainya. Dalam ilmu perpustakaan, sirkulasi sering dikenal dengan peminjaman namun demikian pengertian pelayanan sirkulasi sebenarnya adalah mencakup semua bentuk kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan, penggunaan koleksi perpustakaan dengan tepat guna dan tepat waktu untuk kepentingan pengguna jasa perpustakaan (Lasa Hs., 1993 : 1)
Salah satu kegiatan utama atau jasa utama perpustakaan adalah peminjaman buku dan materi lainya. Kegiatan peminjaman ini sering dikenal dengan nama sirkulasi artinya peminjaman. Bagian ini, terutama meja sirkulasi, seringkali di anggap ujung tombak jasa perpustakaan karena bagian inilah yang pertama kali berhubungan dengan pengguna atau pemakai serta paling sering di gunakan pemakai, karenanya unjuk kerja staf sirkulasi dapat berpengaruh terhadap citra perpustakaan ( Sulistiyo-Basuki 1991 : 257)
Tujuan dan Hal – Hal Pelayanan Sirkulasi
Pelayanan sirkulasi merupakan ujung tombak pelayanan, Lasa Hs. (1993 : 1) menyatakan bahwa jenis pelayanan yang dekat dan dengan pengunjung ini merupakan bagian penting dalam suatu perpustakaan, yang bertujuan:
1. Supaya mereka mampu memanfaatkan.
2. Mudah diketahui siapa yang meminjam koleksi tertentu, dimana alamatnya, kapan koleksi kembali.
1. Terjadinya pengembalian pinjaman dalam waktu yang lelas.
2. Diperoleh data kegiatan perpustakaan, terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan koleksi.
3. Apabila terjadi pelanggaran akan segera diketahui.
Sistem Pelayanan
Menurut Qalyubi dkk (2003 : 222 -223) bahwa pelayanan di perpustakaan lazimnya menggunakan dua sistem, yaitu sebagai berikut :
a. Terbuka ( Open Access)
Sistem terbuka membebaskan pengunjung ketempat koleksi perpustakaan dijajakan. Mereka dapat melakukan browsing atau membuka – buka, melihat – lihat buku, mengambil sendiri. Ketika bahan tidak cocok, mereka dapat memilih bahan lain yang hampir sama atau bahkan yang berbeda.
• Keutungan sistem terbuka :
¬ Pemakai dapat melakukan browsing (melihat – lihat koleksi sehingga mendapatkan pengetahuan yang beragam) dan
- Memberi kepuasan kepada pengguna karena pengguna dapat memilih sendiri koleksi yang sesuai dengan kebutuhannya.
¬ Tenaga yang dibutuhkan tidak banyak.
• Kelemahanya :
¬ Pemakai banyak yang salah mengembalikan koleksi pada tempat semula sehingga koleksi bercampur aduk.
¬ Petugas setiap hari harus mengontrol rak – rak untuk mengetahui buku yang salah letak danKehilangan koleksi relatip besar.
b. Tertutup ( Closed Access)
Di dalam sistem tertutup pengunjung tidak diperkenankan masuk ke rak – rak buku untuk membaca ataupun mengambil sendiri koleksi perpustakaan. Pengunjung hanya dapat membaca atau meminjam melalui petugas yang akan mengembalikan bahan pustaka untuk para pengunjung.
• Kelebihan sistem tertutup :
¬ Koleksi akan tetap terjaga kerapianya dan Koleksi yang hilang dapat diminimalkan.
• Kelemahanya :
¬ Banyak waktu yang diperlukan untuk memberikan pelayan.
¬ Banyak waktu yang diperlukan untuk mengisi formulir dan menunggu bagi yang mengembalikan bahan – bahan pustaka dan Sejumlah koleksi tidak pernah disentuh atau dipinjam.
Peraturan Pelayanan Perpustakaan
Peraturan pelayanan perpustakaan merupakan pedoman bagi pengguna dalam memanfaatkan fasilitas dan layanan perpustakaan. Peraturan perpustakaan dimaksudkan untuk memelihara ketertiban di perpustakaan dan hendaknya dituangkan secara tertulis dalam bentuk surat keputusan pimpinan sekolah. Peraturan yang tertulis biasanya dikomunikasikan dalam bentuk rambu-rambu, brosur, poster, dll. ( Depdikbud (2004: 88)

Peraturan perpustakaan sekurang-kurangnya berisi informasi sebagai berikut :
1. Peraturan mengenai keanggotaan, yang meliputi persyaratan, hak, dan kewajiban anggota perpustakaan.
2. Waktu pelayanan , yang meliputi hari dan jam buka perpustakaan.
3. Peraturan peminjaman, yang meliputi :
a) Syarat peminjaman.
b) Macam bahan perpustakaan yang dipinjamkan.
c) Batas waktu peminjaman dan jumlah eksemplar bahan perpustakaan yang boleh dipinjam.
1. Peraturan pengembalian bahan perpustakaan, yang berisi sarat pengembalian.
2. Perpanjangan waktu peminjaman, yang meliputi persyaratan dan jangka waktunya.
3. Macam kesalahan pengguna dan sanksinya
4. Tata tertib, yang meliputi ketentuan mengenai :
a) Penitipan barang
b) Sopan santun di perpustakaan
c) Ketenangan
d) Keamanan
e) Kebersihan
Jam perpustakaan sekolah adalah waktu kegiatan perpustakaan yang disediakan bagi murid untuk mengintensifkan penggunaan perpustakaan. Selain itu, jam perpustakaan memberikan kesempatan kepada murid untuk membaca dengan tujuan belajar, untuk memperoleh informasi, kesenangan, dan untuk rekreasi.
Agar proses pelayanan sirkulasi dapat berjalan lancar, perlu dibuatkan peraturan perpustakaan sebagai dasar tata tertib dalam menjalankan segala kegiatan itu. Peraturan perpustakaan itu secara resmi dituangkan sebagai peraturan sekolah yang ditanda-tangani oleh kepala sekolah yang perlu ditaati, baik oleh murid maupun oleh guru. Peraturan perpustakaan itu hendaknya singkat, padat, tetapi jelas dan isinya meliputi hal-hal sebagai berikut :
1. Jam buka perpustakaan, jam pelayanan peminjaman, dan jam pelayanan pengembalian.
2. Macam koleksi yang boleh dipinjam dan macam koleksi yang tidak boleh dipinjam.
3. Tata tertib peminjaman, syarat peminjaman, batas jumlah peminjaman, dan lama peminjaman.
4. Sanksi pelanggaran.
5. Tata tertib selama berada di ruang perpusakaan
Kegiatan jam perpustakaan dapat dilakukan pada waktu tertentu, misalnya :
a) Pada jam khusus sebagai bidang studi ;
b) Secara ekstrakurikuler di luar jam perpustakaan yang tercantum dalam kurikulum;
c) Secara terpadu, yaitu disatukan dalam bidang studi yang sesuai.
d) Pada jam khusus yang diatur oleh kepala sekolah, misalnya dua minggu atau dua bulan sekali.
Pelayanan Sirkulasi Perpustakaan
Kegiatan bagian sirkulasi terdiri berbagai macam. Dalam ini Purwono.dkk ( 2001 : 134) menyatakan bahwa kegiatan sirkulasi meliputi :
1. Pengawasan pintu masuk dan keluar perpustakaan.
2. Pendaftaran anggota, perpanjangan keanggotaan, pengunduran diri dari anggota perpustakaan.
3. Mengurusi keterlambatan pengembalian koleksi yang dipinjam seperti denda.
4. Mengeluarkan surat peringatan bagi buku yang belum dikembalikan pada waktunya.
5. Tugas berkaitan dengan peminjaman buku, khususnya buku hilang atau rusak.
6. Bertanggungjawaban atas segala berkas peminjam
7. Pembuatan statistik.
8. Peminjaman antar perpustakaan.
9. Mengawasi urusan penitipan, tas, jas, mantel, dan sebagainya milik pengunjung perpustakaan.
Mudhoffir (1992 : 57 – 58) menjelaskan bahwa hal – hal pokok pada pelayanan sirkulasi meliputi :
1. Peraturan, persyaratan, tata tertib, (tertulis/tidak terdaftar)
2. Keanggotaan, pendaftaran.
3. Macam – macam peminjaman.
¬ Sistem peminjaman.
¬ Peminjaman dan pengembalian.
¬ Perpanjangan dan pesanan.
1. Surat teguran.
2. Sanksi terlambat :
¬
Denda ,skorsing : penundaan, & daftar pemakai atau peminjam yang tidak patuh.
1. Statistik.
2. Pemeliharaan koleksi.
3. Inventarisasi dan laporan.
Menurut Soenarya (1997: 48) Pelayanan sirkulasi adalah kegiatan pelayanan pencatatan dalam penggunaan dan pemanfaatan koleksi perpustakaan sekolah dengan tepat guna dan tepat waktu untuk kepentingan murid dan guru. Pelayanan sirkulasi yang baik adalah yang tepat, cepat, dan kena pada sasarannya (memuaskan bagi para pengguna dan pemakai perpustakaan). Kegiatan ini meliputi sebagai berikut : 2.3.1 Keanggotaan
A. Keanggotaan
Keanggotaan perpustakaan sangat perlu untuk mempermudahkan pengguna dalam meminjam koleksi perputsakaan. Untuk pengurusan keanggotaan setiap perpustakaan memiliki kebijakan sendiri. Pada perpustakaan tertentu ada punggutan uang pendaftaran dan ada pula yang tidak, menyerahkan foto diri serta foto kopi tanda pengenal, semua ini diperlukan untuk mengenal jati diri anggota.
Keanggotaan merupakan tanda bukti bahwa pengguna perpustakaan sudah mendaftarkan dirinya sebagai anggota perpustakaan. Keanggotaan ini menunjukkan bahwa pemegangnya mempunyai hak untuk fasilitas perpustakaan, membaca dan meminjam bahan pustaka yang ada diperpustakaan.
Menurut Sutarno, N.S (2003 : 98-99): Kegunaan dari pada pendaftaran anggota adalah:
1. Mengetahui jati diri peminjam, memperlihatkan tanggung jawab untuk mengamankan milik perpustakaan dan melindungi hak pembaca yang lain, yang memungkinkan ingin mempergunakan dengan baik.
2. Mengukur daya guna perpustakaan bagi mereka yang dilayaninya.
3. Mengukur kedudukan sosialnya dengan jalan mengetahui jumlah buku yang dipinjam oleh para pembaca.
4. Mengetahui golongan peminjaman untuk mengetahui pula kebutuhan mereka, selera yang sesuai dapat dipergunakan sebagai data perbandingan dengan perpustakaan lain, kemudian meningkatkan
Untuk pendaftaran anggota diperlukan formulir pendaftaran untuk diisi oleh calon anggota yang berisi keterangan tentang data pribadi anggota.

B. Peminjaman
a. Koleksi yang Dipinjamkan
Koleksi yang dipinjamkan meliputi buku teks, buku bacaan, majalah yang lama, surat kabar yang lama, dan koleksi lain seperti guntingan surat kabar. Koleksi sumber, majalah yang baru, surat kabar yang baru, dan koleksi yang langka seperti referensi hanya boleh dibaca di ruang perpustakaan.
b. Jangka Waktu Peminjaman
Buku teks, bila jumlah eksemplarnya memungkinkan, akan dipinjamkan dengan jangka waktu satu tahun ajaran. Jangka waktu peminjaman koleksi lain disesuaikan dengan perbandingan jumlah koleksi dengan jumlah guru dan murid sebagai pemakai.
c. Perlengkapan yang Dibutuhkan
Perlengkapan yang dibutuhkan untuk peminjaman adalah kartu buku, lembaran tanggal kembali, tanda pengenal murid dan guru, cap tanggal, bantalan cap, kantong peminjam, kotak kantong peminjam, dan kartu petunjuk.
1) Kartu buku terletak di dalam kantong kartu buku.
2) Lembaran tanggal kembali tertempel pada buku.
3) Untuk murid dapat menggunakan kartu OSIS dan guru dapat menggunakan kartu pegawai atau dengan kartu anggota perpustakaan. Setiap murid dan guru dibuatkan sebuah kantong peminjam. Kemudian, kantong peminjam itu disusun menurut urutan nomor induknya di dalam kotak kantong peminjaman. Agar mudah dicari, pada setiap kelipatan tertentu atau setiap berbeda kelas diberi sekat kartu petunjuk.
1. Prosedur Peminjaman
1) Petugas bagian pelayanan peminjaman menerima buku dan mencarikan buku yang diminta dengan tanda pengenalnya. Dengan memeriksa tanda pengenal dapat ditetapkan apakah yang bersangkutan berhak meminjam atau tidak.
2) Dengan tanda pengenal itu petugas mencari kantong peminjaman yang bertuliskan identitas peminjam yang bersangkutan. Kemudian, petugas mencocokkan nomor induk siswa atau NIP yang tertera pada tanda pengenal dengan yang tertera pada kantong peminjaman.
3) Menulis nomor induk peminjam pada kartu buku di kolom nomor anggota. Kemudian, petugas mengisi kolom tanggal kembali pada kartu buku dengan cap tanggal kembali pada kartu buku dengan cap tanggal sesuai dengan batas waktu pengembalian.
4) Mengerjakan lagi seperti butir 3, tetapi pada lembar tanggal kembali dan akhir dengan paraf petugas.
5) Meminta paraf peminjam pada kolom paraf pada kartu.
6) Memasukkan kartu buku yang sudah diparaf ke dalam kantong peminjaman, kemudian mengembalikan kantong peminjaman itu ke kotak kantong pada tempatnya semula.
7) Memberikan buku dan kartu pengenal kepada peminjam. Dengan demikian selesailah proses peminjaman.
C. Pengembalian
a. Perlengkapan yang Dibutuhkan
Perlengkapan yang dibutuhkan untuk pengembalian adalah kartu buku, kantong peminjaman, kotak kantong peminjaman, cap tanggal serta bantalan cap.
b. Cara Mengerjakan Pelayanan Pengembalian
Cara mengerjakan pelayanan pengembalian adalah sebagai berikut :
1) Peminjam datang sendiri ke meja sirkulasi dengan membawa buku yang akan dikembalikan.
2) Petugas menerima dan memeriksa keutuhan fisik buku dan tanggal harus kembali yang tertera pada lembaran tanggal kembali.
3) Petugas mengambil kantong peminjaman sesuai dengan nomor induk yang tertera pada lembaran tanggal kembali.
4) Bila tidak ada persoalan tentang keutuhan fisik buku dan keterlambatan pengembalian, petugas mengambil kartu yang sesuai dari dalam kantong peminjaman. Pada kolom paraf di kartu buku dibubuhi cap tanggal sesuai dengan tanggal waktu mengembalikan sebagai bukti bahwa itu sudah dikembalikan.
5) Petugas mngembalikan kartu buku itu ke kantong kartu buku dan kemudian meletakkan buku itu di tempat yang sediakan di meja peminjaman untuk kemudian dikembalikan ke tempatnya di rak.
6) Petugas mengembalikan kantong peminjaman ke tempat semula.
D. Perpanjangan Waktu Pinjam
Bagi murid yang ingin memperpanjang waktupeminjaman harus melapor ke bagian sirkulasi. Perpanjangan memungkinkan bila buku yang dipinjam tersebut tidak ada murid lain yang meminjam. Lamanya perpanjangan 3 hari atau seminggu (sesuai dengan ketentuan).
E. Penagihan
Kadang-kadang murid atau guru belum mengembalikan buku sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Apabila terjadi hal yang demikian, perli ditagih agar buku pinjaman dikembalikan sekaligus bersifat mengingatkan.
a. Tingkat Penagihan
Penagihan perlu dilakukan bertingkat sebagai peringatan yang bertahap. Penagihan itu sebaiknya dibatasi hanya sampai tiga kali.
b. Cara Melakukan Penagihan
Cara melakukan penagihan adalah sebagai berikut :
1) Pertama-tama memeriksa kartu buku yang ada dalam kantong peminjaman. Untuk mengetahui batas berlakunya waktu pinjam, petugas mengamati cap tanggal harus kembali yang tertera pada setiap kartu buku.
2) Murid yang terlambat mengembalikan dicatat identitasnya pada nomor buku yang belum dikembalikan itu. Kemudian, nma-nama itu disusun dalam bentuk daftar.
3) Daftar itu kemudian diumumkan di kelas untuk diketahui dan ditanggapi sewajarnya oleh murid yang bersangkutan. Kalau perlu, pengumuman dapat juga dilakukan melalui wali kelas.
4) Untuk penagihan kepada guru dapat dilakukan langsung kepada yang bersangkutan dengan menyebutkan nomor bukunya.
F. Pemberian Sanksi
a. Tujuan
Sanksi diberikan kepada pemakai (murid dan guru), yang melanggar peraturan peminjaman buku. Dengan dikenakan sanksi ini, diharapkan kedisiplinan tetap terjaga dan memiliki rasa bertanggungjawab, sehingga perpustakaan menjadi makin tinggi.
b. Macam Sanksi
Sanksi yang diberikan dapat bertingkat-tingkat sesuai dengan bobot pelanggaran yang dilakukan. Ada tiga macam sanksi yang dapat diberikan yaitu :
1) Sanksi peringatan atau teguran;
2) Sanksi denda, misalnya berupa uang atau mengganti buku;
3) Sanksi administratif, misalnya tidak boleh meminjam di perpustakaan dalam jangka waktu tertentu, rapor tidak diberikan pada waktunya. Khusus untuk guru, untuk sementara keanggotaan dibekukan.cCara Memberikan Sanksi
c. Cara memberikan sanksi sebagai berikut :
1) Petugas menetapkan jenis dan tingkat pelanggaran atas dasar kualitas dan kuantitas pelanggaran;
2) Petugas menetapkan jenis dan tingkat sanksi yang dikenakan;
3) Bila sanksi sanksi itu berupa sanksi peringatan atau denda, peringatan atau denda itu dapat langsung diberikan kepada pemakai yang melanggar;
4) Bila sanksi yang dikenakan berupa sanksi administrarif, diusulkan kepada kepala perpustakaan dan kepala sekolah agar memberikan sanksi itu.
G. Statistik.
Statistik merupakan informasi kuantitatif tentang jumlah tambahan buku pertahun, jumlah pengunjung, dsb. Pustakawan menggunakan statistik untuk keprluan, antara lain, adalah sebagai berikut :
1. Menyusun laporan tahunan.
2. Mengukur efisiensi berbagai bagian perpustakaan.
3. Menyusun rencana dan jasa perpustakaan.
4. Memperkuat alas an dalam menunjang penambahan anggaran dan tenaga.
5. Menyajikan keberhasilan perpustakaan pada pemakai dan pemimpin.
Jenis Statistic
Jenis statistik yang dibuat perpustakaan sebenarnya tergantung pada masing – masing perpustakaan. Biasanya, jenis statistic dapat berupa.
1. Pengadaan.
2. Klasifikasi.
3. Pengatalogan.
4. Keanggotaan.
5. Buku yang dipinjam.
6. Jasa referensi.
7. Majalah, dan
8. Jasa reprografi.
Jenis statistik tersebut kemudian disajikan dalam berbagai bentuk, seperti table, grafik, diagram, pia, ataupun batang. Jenis – jenis statistik itu dibuat untuk mempermudah pengunjung perpustakaan dalam membaca dan memahami maksud statistic tersebut.( Qolyubi dkk, 2003 )
H. Inventarisasi.
Penginvesntarisan dilakukan pada saat koleksi diterima oleh perpustakaan. Inventarisasi koleksi perpustakaan adalah kegiatan mencatat setiap eksemplar buku dalam buku induk, memberi nomor inventaris setiap eksemplar koleksi buku, dalam buku yang bersangkutan kemudian diberi stempel inventarisasi pada bagian halaman judul dan memberi cap atau stempel milik perpustakaan pada setiap buku.Menurut Qolyubi dkk, ( 2003 : 126 ) kegian inventarisasi memiliki manfaat, yang antara lain ;
• Memudahkan pustakawan dalam merencanakan pengadaan koleksi pada tahun tahun berikutnya.
• Memudahkan pustakawan melakukan pengawasan terhadap koleksi yang dimilikinya.
• Memudahkan pustakawan dalam menyusun laporan tahunan tentang perkembangan koleksi yang dimiliki.
Pada buku inventaris ini dibuat kolom – kolom, yang berisi, antara lain.
• Kolom tanggal pencatatan.
• Kolom nomor investaris.
• Kolom nama pengarang.
• Kolom judul.
• Kolom impresium ( kota terbit, nama penerbit, dan tahun terbit ).
• Kolom asal, dirinci menjandi pembali, hadiah, wakaf, titipan, hibah dan sebagainya.
o Kolom keterangan.
Berdasarkan buku inventaris atau buku induk yang baik serta data yang tepat, maka perpustakaan akan mudah dalam membuat statistik dan laporan tentang beberapa, yaitu jumlah bahan pustaka, jumlah judul dan eksemplarnya, jumlah buku teks, buku referensi dan lain-lain, jumlah penambahan bahan pustaka setiap tahun dan jumlah anggaran yang dikeluarkan.
Pengertian, Peran, dan Fungsi Perpustakaan

Pada zaman global sekarang, pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. Pendidikan sekarang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang agar bisa menjawab tantangan kehidupan.Untuk memperoleh pendidikan, banyak cara yang dapat kita capai. Diantaranya melalui perpustakaan. Karena di perpustakaan berbagai sumber informasi bisa kita peroleh, selain itu banyak juga manfaat lain yang dapat kita peroleh melalui perpustakaan. Ketika kita mendengar kata perpustakaan, dalam benak kita langsung terbayang sederetan buku-buku yang tersusun rapi di dalam rak sebuah ruangan. Pendapat ini kelihatannya benar, tetapi kalau kita mau memperhatikan lebih lanjut, hal itu belumlah lengkap. Karena setumpuk buku yang diatur di rak sebuah toko buku tidak dapat disebut sebagai sebuah perpustakaan.
Memang pengertian perpustakaan terkadang rancu dengan dengan istilah – istilah pustaka, pustakawan, kepustakawanan, dan ilmu perpustakaan. Secara harfiah, perpustakaan sendiri masih dipahami sebagai sebuah bangunan fisik tempat menyimpan buku – buku atau bahan pustaka. Untuk itu, pada pembahasan kali ini akan dikupas secara mendalam tentang pengantar umum perpustakaan yang meliputi : pengertian perpustakaan, maksud dan tujuan pendirian perpustakaan, jenis – jenis perpustakaan, peranan, tugas, dan funsi perpustakaan, aktifitas pokok perpustakaan, dan perpustakaan sebagai disiplin ilmu.
Pengertian Perpustakaan
Perpustakaan diartikan sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual ( Sulistyo, Basuki ; 1991 ).
Ada dua unsur utama dalam perpustakaan, yaitu buku dan ruangan. Namun, di zaman sekarang, koleksi sebuah perpustakaan tidak hanya terbatas berupa buku-buku, tetapi bisa berupa film, slide, atau lainnya, yang dapat diterima di perpustakaan sebagai sumber informasi. Kemudian semua sumber informasi itu diorganisir, disusun teratur, sehingga ketika kita membutuhkan suatu informasi, kita dengan mudah dapat menemukannya.
Dengan memperhatikan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dan dapat digunakan oleh pemakainya sebagai sumber informasi. ( Sugiyanto )
Menurut RUU Perpustakaan pada Bab I pasal 1 menyatakan Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan.
Perpustakaan adalah fasilitas atau tempat menyediakan sarana bahan bacaan. Tujuan dari perpustakaan sendiri, khususnya perpustakaan perguruan tinggi adalah memberikan layanan informasi untuk kegiatan belajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Wiranto dkk,1997).
Secara umum dapat kami simpulkan bahwa pengertian perustakaan adalah suatu institusi unit kerja yang menyimpan koleksi bahan pustaka secara sistematis dan mengelolanya dengan cara khusus sebagai sumber informasi dan dapat digunakan oleh pemakainya.
Namun, saat ini pengertian tradisional dan paradigma lama mulai tergeser seiring perkembangan berbagai jenis perpustakaan, variasi koleksi dalam berbagai format memungkinkan perpustakaan secara fisik tidak lagi berupa gedung penyimpanan koleksi buku.
Banyak kalangan terfokus untuk memandang perpustakaan sebagai sistem, tidak lagi menggunakan pendekatan fisik. Sebagai sebuah sistem perpustakaan terdiri dari beberapa unit kerja atau bagian yang terintergrasikan melalui sistem yang dipakai untuk pengolahan, penyusunan dan pelayanan koleksi yang mendukung berjalannya fungsi – fungsi perpustakaan.
Perkembangannya menempatkan perpustakaan menjadi sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Dari istilah pustaka, berkembang istilah pustakawan, kepustakaan, ilmu perpustakaan, dan kepustakawanan yang akan dijelaskan sebagai berikut :
1. Pustakawan : Orang yang bekerja pada lembaga – lembaga perpustakaan atau yang sejenis dan memiliki pendidikan perpustakaan secara formal.
2. Kepustakaan : Bahan – bahan yang menjadi acuan atau bacaaan dalam menghasilkan atau menyusun tulisan baik berupa artikel, karangan, buku, laporan, dan sejenisnya.
3. Ilmu Perpustakaan : Bidang ilmu yang mempelajari dan mengkaji hal – hal yang berkaitan dengan perpustakaan baik dari segi organisasi koleksi, penyebaran dan pelestarian ilmu pengetahuan teknologi dan budaya serta jasa- jasa lainnya kepada masyarakat, hal lain yang berkenaan dengan jasa perpustakaan dan peranan secara lebih luas.
4. Kepustakawanan : Hal – hal yang berkaitan dengan upaya penerapan ilmu perpustakaan dan profesi kepustakawanan.
Maksud dan Tujuan Pendirian Perpustakaan
Aktifitas utama dari perpustakaan adalah menghimpun informasi dalam berbagai bentuk atau format untuk pelestarian bahan pustaka dan sumber informasi sumber ilmu pengetahuan lainnya. Maksud pendirian perpustakaan adalah :
Menyediakan sarana atau tempat untuk menghimpun berbagai sumber informasi untuk dikoleksi secara terus menerus, diolah dan diproses.
Sebagai sarana atau wahana untuk melestarikan hasil budaya manusia ( ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya ) melalui aktifitas pemeliharaan dan pengawetan koleksi.
Sebagai agen perubahan ( Agent of changes ) dan agen kebudayaan serta pusat informasi dan sumber belajar mengenai masa lalu, sekarang, dan masa akan datang. Selain itu, juga dapat menjadi pusat penelitian, rekreasi dan aktifitas ilmiah lainnya.
Tujuan pendirian perpustakaan untuk menciptakan masyarakat terpelajar dan terdidik, terbiasa membaca, berbudaya tinggi serta mendorong terciptanya pendidikan sepanjang hayat ( Long life education ).
Jenis – Jenis Perpustakaan
Jenis – jenis perpustakaan yang ada dan berkembang di Indonesia menurut penyelenggaraan dan tujuannya dibedakan menjadi :
Perpustakaan Digital adalah Perpustakaan yang berbasis teknologi digital atau mendapat bantuan komputer dalam seluruh aktifitas di perpustakaannya secara menyeluruh. Contohnya : Buku atau informasi dalam format electiric book, piringan, pita magnetik, CD atau DVD rom.
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, selanjutnya disebut Perpustakaan Nasional, adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang perpustakaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang berkedudukan di Ibukota Negara.
Perpustakaan Provinsi adalah Lembaga Teknis Daerah Bidang Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan perpustakaan di wilayah provinsi serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat.
Perpustakaan Kabupaten/Kota adalah Lembaga Teknis Daerah Bidang Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan perpustakaan di wilayah Kabupaten/Kota serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat umum.
Perpustakaan Umum : Perpustakaan yang ada di bawah lembaga yang mengawasinya. Perpustakaan umum terbagi atas :
Perpustakaan Umum Kecamatan, adalah Perpustakaan yang berada di Kecamatan sebagai cabang layanan Perpustakaan Kabupaten/Kota yang layanannya diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah masing-masing.
Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan adalah perpustakaan yang berada di Desa/Kelurahan sebagai cabang layanan Perpustakaan Kabupaten/Kota yang layanannya diperuntukkan bagi masyarakat di desa/kelurahan masing-masing.
Perpustakaan Khusus : Perpustakaan yang diperuntukkan untuk koleksi- koleksi tokoh terkenal. Contohnya : Perpustakaan Bung Hatta.
Perpustakaan lembaga Pendidikan : Perpustakaan yang berada di lingkungan lembaga pendidikan (SD, SMP, SMA, PT, dan LSM). Contohnya : perpustakaan Universitas. Pada perpustakaan tingkat PT, perpustakaan dapat dibagi kembali menjadi dua, yaitu : perpustakaan pusat dan perpustakaan tingkat fakultas.
Perpustakaan Lembaga Keagamaan : Perpustakaan yang berada di lingkungan lembaga keagamaan. Contohnya : Perpustakaan Masjid, perpustakaan Gereja, dll
Perpustakaan Pribadi : Perpustakaan yang diperuntukkan untuk koleksi sendiri dan dipergunakan dalam ruang lingkup yang kecil. Contohnya : Perpustakaan keluarga.
D. Peranan, Tugas, dan Fungsi Perpustakaan
Peranan Perpustakaan
Setiap perpustakaan dapat mempertahankan eksistensinya apabila dapat menjalankan peranannya. Secara umum peran – peran yang dapat dilakukan adalah :
Menjadi media antara pemakai dengan koleksi sebagai sumber informasi pengetahuan.
Menjadi lembaga pengembangan minat dan budaya membaca serta pembangkit kesadaran pentingnya belajar sepanjang hayat.
Mengembangkan komunikasi antara pemakai dan atau dengan penyelenggara sehingga tercipta kolaborasi, sharing pengetahuan maupun komunikasi ilmiah lainnya.
Motivator, mediator dan fasilitator bagi pemakai dalam usaha mencari, memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengalaman.
Berperan sebagai agen perubah, pembangunan dan kebudayaan manusia.
Tugas Perpustakaan
Setiap perpustakaan memiliki kewajiban yang sudah ditentukan dan direncanakan untuk dilaksanakan. Tugas setiap jenis perpustakaan berbeda – beda sesuai dengan kewajiban yang ditetapkan.
Fungsi Perpustakaan
Pada umumnya perpustakaan memiliki fungsi yaitu :
Fungsi penyimpanan, bertugas menyimpan koleksi (informasi) karena tidak mungkin semua koleksi dapat dijangkau oleh perpustakaan.
Fungsi informasi, perpustakaan berfungsi menyediakan berbagai informasi untuk masyarakat.
Fungsi pendidikan, perpustakaan menjadi tempat dan menyediakan sarana untuk belajar baik dilingkungan formal maupun non formal.
Fungsi rekreasi, masyarakat dapat menikmati rekreasi kultural dengan membaca dan mengakses berbagai sumber informasi hiburan seperti : Novel, cerita rakyat, puisi, dan sebagainya.
Fungsi kultural, Perpustakaan berfungsi untuk mendidik dan mengembangkan apresiasi budaya masyarakat melalui berbagai aktifitas, seperti : pameran, pertunjukkan, bedah buku, mendongeng, seminar, dan sebagainya.
Hal-hal yang Menghambat Fungsi Perpustakaan Sekolah
Perjalanan perpustakaan sekolah tidaklah semulus yang diharapkan. Ada beberapa hal yang sering menghambat fungsi perpustakaan sekolah. Pertama, terbatasnya ruang perpustakaan di samping letaknya yang kurang strategis. Banyak perpustakaan yang hanya menempati ruang sempit, dengan tanpa memperhatikan kesehatan dan kenyamanan. Kesadaran dari pihak sekolah sebagai penyelenggara sangatlah kurang. Perpustakaan hanyalah untuk menyimpan koleksi bahan pustaka saja. Pengunjung tidak merasa nyaman membaca buku di perpustakaan, sehingga perpustakaan dipandang sebagai tempat yang kurang bermanfaat. Dengan melihat keadaan di atas sepertinya pihak sekolah kurang menyadari tentang pentingnya perpustakaan. Keberadaan perpustakaan hanyalah untuk pelengkap saja.
Kedua, keterbatasan bahan pustaka, baik dalam hal jumlah, variasi maupun kualitasnya. Keberadaan bahan-bahan pustaka yang bermutu dan bervariasi sangatlah penting. Dengan banyaknya variasi bahan pustaka, anak akan semakin senang berada di perpustakaan, kegemaran membaca dapat tumbuh dengan subur sehingga kemampuan bahasa siswa dapat berkembang baik dan dapat membantu anak dalam memahami pelajaran-pelajaran lainnya. Mengingat kemampuan bahasa merupakan kemampuan dasar yang sangat berpengaruh dalam belajar. Begitu juga jika bahan pustakanya bermutu, maka anak akan banyak memperoleh pengetahuan yang berguna dalam hidupnya. Namun, untuk mengadakan bahan pustaka yang banyak dan bervariasi dibutuhkan dana yang sangat besar, mengingat harga bahan pustaka biasanya mahal, lebih-lebih jika bahan pustaka tersebut bermutu. Namun, dari pihak sekolah sendiri sering kurang berusaha untuk menambah koleksi bahan pustaka, dengan alasan utama adalah mahalnya harga bahan pustaka. Padahal, anggaran untuk belanja bahan pustaka setiap tahunnya selalu ada, namun jumlah bahan pustaka tidak pernah bertambah.
Ketiga, terbatasnya jumlah petugas perpustakaan (pustakawan). Banyak perpustakaan sekolah yang tidak ada petugasnya, atau hanya tugas sambilan. Maksudnya, mereka bukan petugas yang hanya mengurus perpustakaan saja, sehingga sering tugas di perpustakaan jadi dikesampingkan dan perpustakaan dianggap kurang bermanfaat. Lebih-lebih bertugas di perpustakaan adalah pekerjaan yang sangat menjenuhkan, baik dalam hal pelayanan pengunjung maupun perawatan bahan pustaka yang ada, sehingga dibutuhkan suatu kesabaran yang tinggi.
Keempat, kurangnya promosi penggunaan perpustakaan menyebabkan tidak banyak siswa yang mau memanfaatkan jasa layanan perpustakaan. Anak kurang tahu tentang kegunaan perpustakaan, begitu juga dengan bahan pustakanya. Dia membutuhkan dorongan dan ajakan untuk berkunjung ke perpustakaan.
Aktivitas Pokok Perpustakaan
Untuk mencapai visi, misi, dan tujuannya perpustakaan menjalankan aktifitas – aktifitas pokok meliputi : pengembangan, pengolahan, dan pelayanan koleksi.
Perkembangan Disiplin Ilmu Perpustakaan
Cara melihat sesuatu sebagai disiplin ilmu (Scwab,. 1990;7)
Subyek kajian
aplikasi dan kapasitas
metode
hasil akhir
Ilmu perpustakaan dan informasi menurut Syhabuddin Qolyabu (2003; 63) diartikan sebagai ilmu yang mempelajari dan mengkaji rekaman informasi, struktur, dinamika dan transferan informasi, cara memperoleh, mencatat, menyimpan dan menemukankembali untuk didayagunakan dan didistribusikan.
Ilmu perpustakaan dapat dikatakan sebagai disiplin dapat dilihat dari tiga dimensi, yaitu produk, proses dan masyarakat (Daoed Joesoef 1987). Disiplin ilmu menurut Thomson sebagai body of knowledge, sekelompok konsep yang diajarkan bersama.
Perpustakaan dipandang sebagai ilmu dari tiga aspek yaitu :
1. Ontologis, ilmu perpustakaan dapat dikaji dari definisi dan obyek yang menjadi kajiannya.
2. Epistemologis, bahwa ilmu perpustakaan memiliki kerangka pemikiran logis dan konsisten dengan argumen yang tersusun sebelumnya, menjabarkan hipotesisi sebagai deduksi kerangka pemikirannya, dan melakukan falsifikasi dan verifikasi atas hipotesisi dan mengujinya secara faktual.
3. Aksiologis, bahwa terbukti ilmu perpustakaan telah membawa kemaslahatan bagi umat manusia.
Dengan demikian ilmu perpustakaan dapat berdiri sebagai disiplin ilmu tersendiri. Saat ini perkembangannya terpengaruhi oleh banyak bidang ilmu namun syarat-syarat diatas bisa terpenuhi.

Apakah masih tertarik untuk maen-maen update status unik dan keren di Facebook?

Tentunya pembaca masih masih ingat dengan tulisan-tulisan sebelumnya, yaitu membuat tulisan unik dan memanfaatkan Symbols untuk Update status di Facebook.

Tulisan kali ini akan lebih keren lagi, dengan memanfaatkan ASCII ART untuk update status.
Lihat gambar dibawah(contoh status di akun FB ku):

Berikut beberapa situs penyedia Ascii Art yang menurut saya bagus:
http://text-symbols.com/art/
http://www.facebookasciiart.com
http://www.chris.com/ascii
http://www.ascii-art.de

Berikut contoh beberapa ASCII ART:
http://text-symbols.com/art/

In love, holding hands.
../(,")\♥ ♥(".)
.../♥\. = ./█\.
.._| |_ .._| |_

Battle tank
░░░░░░███████ ]▄▄▄▄▄▄▄▄▃
▂▄▅█████████▅▄▃▂
I███████████████████].
◥⊙▲⊙▲⊙▲⊙▲⊙▲⊙▲⊙◤...

Welcome sign
╔╦╦╦═╦╗╔═╦═╦══╦═╗
║║║║╩╣╚╣═╣║║║║║╩╣
╚══╩═╩═╩═╩═╩╩╩╩═╝

Mighty sword with a snake around it.
................(_)
...............(___)
...............(___)
...............(___)
...............(___)
./\_____/\__/----\__/\_____/\
.\_____\_°_¤ ---- ¤_°_/____/
.............\ __°__ /
..............|\_°_/|
..............[|\_/|]
..............[|[¤]|]
..............[|;¤;|]
..............[;;¤;;]
.............;[|;¤]|]\
............;;[|;¤]|]-\
...........;;;[|[o]|]--\
..........;;;;[|[o]|]---\
.........;;;;;[|[o]|]|---|
.........;;;;;[|[o]|]|---|
..........;;;;[|[o]|/---/
...........;;;[|[o]/---/
............;;[|[]/---/
.............;[|[/---/
..............[|/---/
.............../---/
............../---/|]
............./---/]|];
............/---/#]|];;
...........|---|[#]|];;;
...........|---|[#]|];;;
............\--|[#]|];;
.............\-|[#]|];
..............\|[#]|]
...............\\#//
.................\/

Smiley face and thumbs up
´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶……..
´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶´´´´´´´´´´¶¶……
´´´´´´¶¶¶¶¶´´´´´´´¶¶´´´´´´´´´´´´´´¶¶……….
´´´´´¶´´´´´¶´´´´¶¶´´´´´¶¶´´´´¶¶´´´´´¶¶…………..
´´´´´¶´´´´´¶´´´¶¶´´´´´´¶¶´´´´¶¶´´´´´´´¶¶…..
´´´´´¶´´´´¶´´¶¶´´´´´´´´¶¶´´´´¶¶´´´´´´´´¶¶…..
´´´´´´¶´´´¶´´´¶´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶….
´´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶….
´´´¶´´´´´´´´´´´´¶´¶¶´´´´´´´´´´´´´¶¶´´´´´¶¶….
´´¶¶´´´´´´´´´´´´¶´´¶¶´´´´´´´´´´´´¶¶´´´´´¶¶….
´¶¶´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´´¶¶´´´´´´´´¶¶´´´´´´´¶¶…
´¶´´´´´´´´´´´´´´´¶´´´´´¶¶¶¶¶¶¶´´´´´´´´´¶¶….
´¶¶´´´´´´´´´´´´´´¶´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶…..
´´¶´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶….
´´¶¶´´´´´´´´´´´¶´´¶¶´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶….
´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´´´¶¶´´´´´´´´´´´´¶¶…..
´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶…….

http://www.facebookasciiart.com

;;;;;;;;.¸_______________¸;;;;;;;
;;;;;;;;;;;:¸___________, :;;;;;;;;;¸
:;;;;;;;;;;;;__________, :;;;;;;;;;;;¸
_ :;;;;;;;;;;;, , _______, :;;;;;;;;;;;¸
___:;;;;;;;;;;;;_______, ;;;;;;;;;;;;:
____.•¸:;;;;;;;;;¸_____¸;;;;;;;;;;
_______•¸:;;;;;;¸_____¸;;;;;;;:´
___________•¸:;;;;¸., .¸;;;;;;•
______¸.•;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;
____.´;;;;;´D;;;;;;;;;;;;;;;;;;;
____;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;
_____:;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;
_______•.;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;
__________.;;;;;;;;;;;;;;;;;.
______(*•.¸ (*•.¸ ¸.•*´) ¸.•* )
FacebookASCIIArt.com

http://www.chris.com/ascii

/\_/\
    ____/ o o \
  /~____  =ø= /
 (______)__m_m)

 ((      /|_/|
  \\.._.'  , ,\
  /\ | '.__ v / 
 (_ .   /   "         
  ) _)._  _ /
 '.\ \|( / ( mrf
   '' ''\\ \\

http://www.ascii-art.de

/,   ,|   ,|
             /| /(  ,' / ,//
          \`( |/ /,'  (,/ |
           \ \ ` `   `  /--,
         _,_\ `  ` `  ``  /__
          '-.____________`  /
            [  \@,    :] `--,-..-
            [__________]__,'-._/
             )'o\ ' o) \/ )
             \  /   __  ./
              \=`   ==,\..
               \ -. `,' (333
               3`--''    \33.
             ,333_) /mm33333:.
            |:#:mmmmmm333333::
            |:#:333333333::##'
            ':#:ctr3333''#####\
             |:#:#\###########\
             |:#:##\###########\
             |:#:###\########|#\
             /:#:|:::\|::::::|:(
             ):#:|::::\::::::|:/
            /:#;/:::::<::::::|(

              \\||||//      
             =       =      
             | "" "" |      
             -<0>^<0>-
        ,-.  |   j   |
       : | :  \ ___ / "PEACE
       `/|\'   \ - /    BRO"
        _______|\_/|_______ 
       (       \   /       )
       |        \%/        |
       |   |     V     |   |
       |   |       dwb |   |
       |   |           |   |
              Donovan

Dan masih banyak lagi,
silahkan hunting sesuai keinginan.

Selamat berkreasi!

Cerita ini merupakan pengalaman nyata yang hampir 30 thn aku simpan, sekarang aku berusia 49thn, berkeluarga dgn. 2 anak (masing2 sdh kuliah), pengalaman ini tidak pernah kuceritakan ke istri dan siapapun. Tetapi karena sering membaca Cerita Dewasa, maka aku ingin menceritakannya kepada para pembaca setia Cerita Dewasa.

Kejadian ini terjadi sekitar tahun 1980 s.d 1986 ketika aku mulai kuliah di PT swasta di Jogjakarta. Saat itu aku Hendi (nama samaran) usia 19 thn, tinggi 168cm, berat 60Kg, postur atletis, kulit sawo matang, wajah oval berkumis, potongan rambut bross, teman2 selalu memiripkan aku dengan bintang film Beverly Hills Cop – Freddy Murphy (film layar lebar yang termasuk box office saat itu), setelah lulus SMA di kota Bandung (kami sekeluarga asli jawa timur, tetapi kami 6 bersaudara lahir dan besar di kota Bandung), hijrah ke Jogjakarta tanpa ada family sama sekali untuk mendapatkan sekolah PT swasta, karena tidak diterima di PT. Negeri (saat itu jalur Perintis 1 – 4), aku diterima disalah satu PT. Swasta terkenal di Jogja, jadi aku mencari tempat kos2an yang akhirnya dapat tempat kos dimana sebelumya rumah itu belum pernah menerima kos2an, didaerah Baciro.

Karena rumah tsb. nampak asri banyak tanaman hias, nyaman dan sejuk, aku tertarik untuk kos disitu walaupun tukang becak dan pemilik warung disudut simpang 3 mengatakan: “ itu kan rumah Bu Wahyu, selama ini tidak terima kos2an mas, dia hanya bersama pembantunya, Pak Wahyunya sedang tugas ke Amrik, sedangkan mbak Shinta (anak semata wayang) kuliah di Jakarta, tapi coba aja mas, kayaknya punya 4 kamar kosong dibelakang”

Aku beranikan diri mengebel rumah bu Wahyu, dan yang keluar adalah wanita setengah baya mengenakan kain jarik jogja, usia sekitar 35-40thn, nampak wajahnya bersih berlesung pipit, bertubuh sintal dan mungil, sehingga nampak menarik, ternyata dia adalah pembantunya bu Wahyu: “ disini ga terima kos mas, tapi coba saya tanyakan ke ibu sebentar” (dalam hatiku, wah.. pembatunya bersih juga dan semok bodynya…… he..he).

Beberapa menit kemudian keluarlah bu Wahyu, wah… wah…! aku terbengong kagum, ibu satu anak ini sangat ayu cantik, kulit putih mulus, rambut panjang sepinggang diikat, tinggi sekitar 160cm dan berat sekitar 55kg, dgn tubuh sintal (semok/ bahenol) mengenakan celana jeans ¾ ketat dan kaos puntung (tanpa lengan) ketat sehingga nampak buah dada yang super besar (menurut saya) kenceng/ padat ukuran sekitar 36B dan ketiaknya nampak bersih tidak berambut. Saat itu aku terbayang penyanyi dangdut/ bintang film cantik Shinta Bella, karena bu Wahyu mirip benar dan aku pikir dia adalah bintang film tsb. Nampak bahwa usianya sekitar 30-35thn (lebih muda dari pembantunya), tapi dalam hatiku berpikir heran, kok anaknya sudah kuliah..!?

Ntah alasan apa, bu Wahyu yang katanya tidak terima kos, langsung berkata: “ kebetulan dek ada kamar kosong dibelakang, tapi jangan bulanan yaa, tante maunya per 6 bulan”. Akhirnya aku setuju kos disitu, lagian senang banget suasananya asri, sejuk dan….. ibu kosnya cantik, bahenol… pembantunya juga he..he!

Ternyata hasil ngobrol2 dengan mbok Tini (pembantu yg ternyata usianya 37th), Tante Wahyu itu usianya sudah 46thn (lebih tua dari ibu saya yang 44th), bener2 aku kagum dengan Tante yang bisa merawat tubuh & wajah sehingga terlihat seperti masih usia 30 tahunan, dan Pak Wahyu (50th) tugas ke Amrik 3 thn, ini baru 6 bulan dan pernah pulang sekali saja (2 minggu). Kalau mbak Shinta kuliah di Jakarta sdh 1 thn dan kadang2 pulang sebulan sekali (2hr saja), krn dia selain kuliah juga nyambi kerja di TVRI.

Aku menempati kamar belakang yang terdepan, persis berbatasan dengan pintu ruang keluarga, tetapi pintu masuk kamar tetap diluar ruangan tsb. dan tembok kamarku persis bersebelahan dengan kamar Tante Wahyu. Di ruang keluarga nampak foto2 keluarga Tante yang memang hanya ber 3 : Tante, Om Wahyu dan Shinta yg nampak cakep banget dengan potongan rambut pendek (tomboy) dengan tubuh mirip Tante semok dan buah dadanya super..he..he..! Om Wahyu nampak tinggi ganteng berkumis tipis dan kelihatan jauh lebih tua dari Tante.

Saya perhatikan dan dari cerita2 Mbok Tini, Kegiatan rutin Tante adalah fitness 3 x seminggu, rutin ke salon luluran dan mandi susu, arisan/ kumpul2 seminggu sekali, dan shoping ke supermarket hampir setiap 2 hari sekali. Tante kalau pergi2 sendirian menggunakan mobil Mitsubishi Lancer, serta selalu berpakaian modis layaknya gadis2 SMA/ Mahasiswa dan berkacamata hitam, tentu banyak laki2 yang tertarik memandang wanita secantik tante dengan penampilan seperti itu, padahal usianya sudah 46th.

Hari2 kulalui biasa2 saja dimulai dengan kegiatan Posma (Pekan orientasi mahasiswa) dan dilanjutkan aktif kuliah menggunakan sepeda motor bebek Honda 70cc thn 73 plat D Bandung, sementara 3 kamar kosong disebelah kamarku belum ada penghuninya, sempat aku tanya ke Tante: “ Tante apa perlu aku carikan teman yg mau kos disini, aku carikan cewek yaa … biar Tante ada temen dan aku tambah segar..he..he..”, tapi Tante bilang: “ ga usah dulu Hen, Tante belum biasa dirumah ini banyak orang, lagian tante sudah senang ada teman kamu yg bisa temenin tante sehari-hari…!!!”.

Setelah 1 bulanan berjalan, aku melihat gelagat perilaku Tante berubah sangat perhatian terhadapku dan smakin hari semakin tidak biasa, seperti: sering menanyakan jam kuliah dan pulangku, dan membelikan makanan kecil maupun menyediakan makan malam, padahal aku kan cari makan diluar, jadinya aku sering ga keluar uang makan, ..yah..lumayan..gratis..he..he..! Mulai juga sering diajak mengantar tante dengan mobilnya (kalau aku kosong kuliah) ke Supermarket, fitness, salon di jalan Solo dan nonton film di bioskop Mataram serta kalau hari libur menemani ke tempat wisata Kaliurang. Aku sih senang2 aja, semuanya gratis, dan yg lebih senang jalan dengan tante cantik bahenol dan nampak masih muda, jadi seperti sepasang kekasih yang sedang pacaran aja..ha..ha.., habis tante sering merapatkan tubuhnya ketubuhku kalau sedang berjalan sambil melingkarkan tangannya di lenganku.

Akhirnya karena terbiasa ngobrol2 baik dirumah maupun saat jalan, tante banyak curhat ke aku, mengenai kehidupan sehari-harinya, bahwa dia kesepian sejak suami jauh di Amrik dan jarang pulang, bahkan sampai menceritakan hubungan sexnya dengan suaminya, dimana Tante belum pernah merasakan apa itu orgasme saat berhubungan intim dengan suami selama menikah 22thn, padahal tante libidonya sangat tinggi, jadi selalu ingin berhubungan intim terus. Sejak suami tugas Tante melampiaskam birahinya dengan masturbasi menggunakan Dildo (Penis karet ukuran orang bule, karena pesan dari luar) hampir setiap hari di kamar, dan Tante baru bisa merasakan namanya orgasme dengan Dildo tersebut, sehingga Tante selalu membayangkan bagaimana rasanya orgasme oleh Penis beneran saat berhubungan intim dengan laki-laki kayak apa sih… dan terpikir ingin cari Gigolo untuk merasakan orgasme sesungguhnya, tapi Tante takut tertular penyakit kelamin dan rahasia terbongkar, karena Gigolo adalah orang lain yang tidak dikenal. Aku lebih banyak tertegun mendengar curhatan tante, lagian aku kan ga punya pengalaman apa-apa, pacaran dan ciuman aja belum pernah apalagi berhubungan intim atau ngentot, jadi aku agak kaget dan malu2 merespon curhatan Tante. Aku lebih sering mengatakan ke Tante untuk sering komunikasi dengan suami via telephone dan tambah aktivitas sehari-hari

Suatu saat kami perjalanan ke wisata Kaliurang, sepanjang perjalanan tante mendesak aku mau untuk berhubungan intim dengan Tante, aku sangat kaget dan takut, meskipun ingin juga sih merasakannya kayak apa sih.., apalagi tante sudah pengalaman dan cantik bahenol seperti artis, kebayang juga sih pengen ngentot artis he..he!

“Hen…, tante terus terang sudah ga tahan dengan masturbasi terus setiap hari, tante pengen merasakan Kontol asli Hen…, Tante sudah lama ga di entot kontol beneran..”, aku kaget karena tante secara blak blakan menyebut “Kontol & Ngentot” bikin aku terangsang..! “Kamu belum pernah ya entotan, …..” Aku menggeleng pelan sambil menyetir mobil dan memandang kedepan “jangan takut ntar tante yang ajarin semuanya…kamu pokoknya diam aja ntar tante yang entot kamu, tante yakin kontolmu pasti bisa memuaskan tante … dan kamu juga pasti nanti menikmati”. Aku diam saja sambil menyetir mobil dan tante mengarahkan aku agar masuk ke villa.

Akhirnya kami ginep di villa tsb, saat baru sampai di Villa, Tante ntah bagaimana sudah memeluk aku dan di sofa langsung mengelus2 bagian kontolku meskipun masih bercelana. Aku kaget tapi diam saja, dan tante menciumi leher dan bibirku, aku merasakan terangsang, yg baru pertama kualami dan kontolku langsung menegang krn dielus2 dibagian luar celana oleh tante.

Tante begitu ganasnya membuka seluruh pakaianku yg akhirnya telanjang bulat dalam posisi telentang disofa dengan kontol mengacung ke atas cenut-cenut, sementara tante juga sdh ga tahan, dia telanjang bulat juga yg ntah kapan membuka pakaiannya.

Aku bengong dan kagum dengan tubuh telanjang tante yg mulus putih, teteknya yang super besar sangat kenceng dan padat bagaikan buah melon, perutnya rata, pinggangnya begitu berbentuk lekuk serta bokongnya besar/ bongsor, nampak pahanya begitu padat berisi dan sangat putih mulus membuat aku semakin terangsang, aku melirik keselangkangannya nampak menonjol ke depan dengan ditumbuhi rambut2 hitam kasar yang sangat lebat merambat ke atas bagian perut mendekati pusar semakin tipis dan sebagian rambutnya melebar ke kiri dan kanan mendekati pangkal paha, bener2 sexy banget membuat aku sangat terangsang. Aku tidak sadar tante sudah mengocok-ngocok kontolku dan langsung dijilatinya..aku heran kok tante ga jijik.. trus di kulum2nya kontolku serta di isap2nya, tante menjilati pelirku dan seluruh batang dan kepala kuya kontolku sehingga aku merem melek kenikmatan, sementara kedua tangan Tante sambil mengelus-elus kedua pahaku, “kontolmu panjang dan besar Hen, jembutnya masih tipis2 …sexy banget… tante baru lihat seperti ini hampir ½ batang kontolmu ditumbuhi jembut ouh.., ini jauh lebih besar dari kontolnya om…, huh…Hen keras banget kayak dildo Tante…tante suka banget..dan pasti bisa ketagihan nie…, Ooh..kamu bener2 masih perjaka yaa…tante lihat lubang kontolmu masih bulat sebesar ujung pensil…wah..tante beruntung Hen…!” Sementara tante jongkok disamping sofa sambil menghisiap-hisap kontolku, aku meremas-remas ke dua tetek tante yg kenyal dan padat sehingga tante mendesah-desah sambil kulum2 kontolku, aku juga semakin mengerang-ngerang kenikmatan yg belum pernah alami selama ini. Aku akhirnya merasakan ada sesuatu yang akan mendesak keluar dari kontolku dan terasa sampai saraf kepalaku sehingga aku merasakan suatu kenikmatan yang tiada tara, padahal baru beberapa menit, Tante dengan begitu binalnya terus2an menaik turunkan mulutnya di sepanjang batang kontolku serta meng hisap-hisap kepala kuyaku! “Tante….tante… aku ga tahan tan…pengen keluar…. Oughhhh……Crot..crot..crot….crot… muncrat begitu banyak dan keras didalam mulut Tante, ough…ough…argh..argh… tante…tante…enak banget..ouhk…ouuhhh….”, Tante nampak senang sekali sambil ketawa2 dan cepat2 menjilati dan menelan semua sperma yang keluar dari lubang kontolku serta yang tercecer disepanjang batang kontolku dan spermaku dijilatinya dan telannya sampai bersih seperti menjilati ice cream. Kenikmatan bertambah saat Tante menghisap-hisapi kepala kuyaku dan menjilati sperma yang sudah keluar…ooohhh…ouuhhh…! Itulah pertama kali keperjakaanku direnggut oleh tante kosku, yang usianya sudah 46thn, atau 27 tahun lebih tua dariku yg layaknya sebagai ibuku. Aku benar2 lupa ingatan yang jelas saat itu merasakan suatu kenikmatan dunia yang tiada duanya sambil melayang di awan yang selama ini belum pernah kurasakan.

Tante ga berhenti disitu, setelah kontolku bersih dari sperma Tante tetap mengulum-ngulum kontolku yang akhirnya ga sampai 5 menit kontolku sudah tegang kembali dan aku terangsang lagi pengen rasanya mengeluarkan sperma lagi. Gila memang..tante bener2 pengalaman dan haus sex.. mungkin karena beberapa bulan ga pernah merasakan kontol beneran lagi. Setelah kontolku tegang kembali, tante langsung cepat2 duduk diatas kontolku berhadapan dengan ku dan memegang serta memasukkan kontolku ke memeknya yg rambutnya kasar dan sangat lebat, aku merasakan gesekan saat pertama kontolku masuk ke memeknya tante…..terasa hangat dan ada cairan licin didalam memeknya “ough…ough…nikmat banget..tant” dan akupun mulai mengerti rasanya ngentot itu ternyata nikmat banget bagaikan melayang di awan, makanya tante bener2 menginginkannya, krn sdh lama ga dientot suaminya, “ Hen..kamu tenang aja..ntar kamu akan merasakan kenikmatan yang lebih nikmat dari yang tadi..” Tante semakin mempercepat naik turun diatas kontolku sambil meracau ga karuan apa yang dikatakan…dan bertriak-triak mengerang kenikmatan, dan aku semakin merasakan gesekan memek Tante yang begitu cepat sehingga seluruh saraf tubuhku benar2 menegang dan terasa sangat nikmat dibanding saat kontolku dioral-oral tante tadi.

Beberapa menit kenudian tubuh tante menegang beberapa kali sambil mempercepat naik turun diatas kontolku serta triak-triak:” Hen…hen….Tante ga tahan..Hen..mau keluar…ooohh…oughh..ough…Hen…Hen..argh..argh…Uuuoohhhh Tante sudah….sudah…Argh… hen..hen Ouh…ouhg…ouhg…arrghh….aahhhshh..nikmatnya !” Aku merasakan nikmat dan kontolku semakin merasakan hangatnya cairan mani memek Tante yang keluar berulang-ulang, jadi kenikmatan yang tiada duanya….Aku sedikit heran juga kok kontolku tahan lama juga, mungkin karena tadi sudah keluar sekali. Tante berhenti sejenak sambil merem menikmati klimaxnya “aouuhhh….Hen… tante puas banget… bisa orgasme 2 kali nie..hebat kontolmu enak banget…kontolnya Om ga ada apa-apanya”, kemudian tante minta aku ganti posisi di atas, akupun berputar sekarang posisiku diatas menyodok-nyodokkan kontolku begitu cepat di memek tante… sampai berbunyi clok…clok..clok..begitu, karena memek tante sudah mengeluarkan cairan mani orgasme ber kali2…..sementara tante masih bisa mendesah-desah dan triak triak kecil kenikmatan setiap aku menyodokkan kontolku ke memeknya. Tante nampak masih menginginkan dientot lagi untuk mendapatkan multiorgasme yang selama ini didambakan.

Aku smakin cepet naik turunkan kontolku dan tante triak2 tdk terkontrol sambil bertriak2: ”..trus..trus..trus..hen..yg cepet jgn berhenti.. ough..ough..ough hen..argh..argh…huh..huh.. hen trus2 trus..hen entot tante yg keras henn….hen.. Ough..ough…hen..hen..hen..tante sudah pengen keluar lagi….ga tahan ga tahan..hen..jgn….stop..jgn..stop..jgn.pelan…trus….yang cepet…” aku smakin mempercepat sodokanku scepat cepatnya sampai tante terhentak-hentak! “ Hen… iya….iya..bgitu jangan berhenti…ough…ough…ough…arrrggghhhh….hen…tante….mau…keluar…lagi…….orgasme…..argh……argh…arg…ough…ough..hen..hen ouuuggghhh….ouh..ouh…Hennnn…..ough..ough…ough..ough nikmatnya Hen..tante puas banget…..! ouh….ouh…makasih hen…makasih hen…tante belum pernah orgasme gini kalo sama kontol Om..tante hanya bisa orgasme kalo dgn dildo…ooh…. Kamu hebat hen..tante sayang kamu..! Baru kali ini tante bisa merasakan rasanya orgasme karena sodokan kontol….malahan bisa multiorgasme yang selama ini Tante dambakan, makasih ya sayang..tante pengen terus tambah kalo gini”. Aku berhenti sejenak memberikan kesempatan tante menikmati fase klimax yg didapatnya, setelah beberapa detik kulanjutkan kembali aku menaik turunkan kontolku di memek tante yg dari tadi masih menancap.

Semakin cepat kusodokan beberapa menit kemudian aku merasakan ada desakan dari dalam kontolku yang akan keluar sehingga bisa meraih kenikmatan yang kata Tante lebih nikmat dari yang tadi, aku sdh tidak mendengarkan apa yg diomongin Tante, dan aku semakin cepat menyodok-nyodok memek Tante yang sudah klimax penuh cairan mani karena multiorgasme “ Akh..akh..akh..tante..tante…aku pengen keluar di memek tante…!” Tante langsung mengimbangi dengan gerakan memutar-mutarkan pantatnya dari bawah..sehingga setiap sodokan kontolku bisa masuk penuh ke dalam memeknya. “Ouh….ouh…hen…kamu belum keluar ya hen…sini tante bantu keluarin..” ….sekitar 2 menit kemudian aku ga tahan dan keluar..dengan keras..crot..crot..crot “ough…ough..tante…tante…aku keluar…..ough…ough…haaahhh…nikmat banget tant….”…… “truskan hendi keluarkan yang banyak…. Tante merasakan hangat spermamu di dalam memek Tante..ouhg…enaknya Hen…. Kontolmu…hebat… makasih ya hen….memek tante bisa mendapatkan semprotan sperma perjaka kontolmu…..yg bikin tante awet muda”

Akhirnya kami di villa itu nginep 1 malam, dan kami entotan sepanjang hari ga henti2…Tante Wahyu bener2 ketagihan kontolku dan aku hitung2 kami entotan selama 1 hari 1 malam sebanyak 18 kali…wuih..! Aku ga kepikiran juga…karena setiap aku ngecrot pasti di dalam memek tante…kok tante ga takut hamil yaa…mungkin tante sudah ada penangkalnya..anti hamil.

Selanjutnya sudah bisa diduga..hari2 dirumah kosku hanya entotan..dan entotan lagi dengan tante Wahyu..ga bosan2 nya. Aku sdh tidak bisa menghitung lagi berapa kali aku ngentot tante Wahyu..karena sudah menjadi makanan se hari2.. kecuali kalau Tante lagi mens. Tante selalu minta di entot setiap pagi sebelum dan sesudah aku pulang kuliah, malempun tante minta lagi, itupun bisa 2 s.d 3 kali. Dan itupun dilakukan di kamarnya atau di kamarku, ngumpet2 dari mbok Tini, meskipun aku merasa Mbok Tini pasti sudah tahu, tapi kami berdua cuek aja. Toh mbok Tini juga biasa aja dan cuek kok..!

Aku ga bisa bayangkan, aku setiap hari ngentot tante Wahyu yang usianya pantas menjadi ibuku…. , bahkan 2 tahun lebih tua dari usia ibuku, sudah bersuami dan punya anak sudah seusiaku, serta kalau nanti tante hamil bagaimana…., kan suaminya lagi di Amrik…itu ga pernah terpikir..! Tapi yang jelas sampai saat itu Tante ga pernah hamil tuh..! dan aku benar2 menikmati dengan senang..!

Kadang aku pulang kuliah, tante sudah tidur telanjang di kamarku…aku sudah langsung mengentotnya..rutin seperti tante Wahyu adalah istriku. Kalau malem aku lebih banyak tidur ditempat tidur tante, jadi otomatis tinggal ngentot aja… aku semakin ter gila2 ngentot juga dan ketagihan..kalau ga ngentot rasanya kepala pusing..! Dan kadang aku yang minta tambah berulang-ulang..Tantepun dengan senang hati melayaniku. Saat Tante menspun kalau aku yang minta ngentot, Tante tetap melayaniku dengan meng oral2 dan hisap2 kontolku sampai muncrat dan spermanya Tante telan habis.

Dampaknya aku ga pernah bayar uang kosku lagi (dulu aku hanya bayar 6 bulan pertama), berikutnya ga pernah bayar sama sekali, saat aku mau bayar kos 6 bulan kedua:” Hen…kamu apa2an sih…, Tante ikhlas ngentot sama kamu..Tante bener2 puas dan nikmat ngentot denganmu… Tante bersyukur bisa kenal kamu, jadi Tante bisa mendapatkan orgasme yang selama ini Tante idam2kan…. Kamu anggap rumah ini dan Tante adalah milikmu sendiri… yang setiap saat bisa kamu tiduri…!

Tante sangat berpengalaman, setiap hari aku diberi vitamin2 dan supplement: “ Hen ini harus kamu minum tiap hari yaa.. pagi – siang dan sebelum tidur..nah kalau mau ngentot tante kamu minum yang ini 1 tablet yaa.. jangan lupa lho….supaya kontolmu kuat dan tahan lama… .. kalau loyo..apa kamu ga kasihan sama tante..ntar tante sakit lho..!” Tante cerita bahwa Om Wahyu kalau disuruh minum tablet2 dari Tante ga pernah mau, makanya Tante gemes sama suaminya.

Suatu hari Om Wahyu pulang ke Jogja dari Amrik sekitar 2 minggu. Jadi Tante ga ada kesempatan entotan dengan aku. Akupun lama2 bete ga tahan pengen ngentot tante juga..! Ntah bagaimana..tiba2 suatu malam (om msh ada) skitar jam 01:00 dini hari tante ngetok kamarku dan langsung masuk dalam keadaan telanjang….. nampak wajahnya sayu tapi penuh napsu birahi…dan langsung merogoh kontolku langsung dikulum-kulumnya, aku ya langsung melayani tante tanpa terpikir ada Om Wahyu dikamarnya.. akhirnya kami entotan sepuasnya sampai 2 kali. Dan tante tercapai orgasmenya berkali-kali juga (multiorgasme): “ hen.. makasih yaa.. tadi Om ngentot tante..tapi peltu (nempel metu)..baru nyodok2 beberapa kali sudah ngecrot..pdhl tante belum terangsang..makanya Om langsung bobo2 dan tante minta kontolmu lah yg sudah pasti bisa kasih tante orgasme ber kali2”. Makanya saat aku nyodok memek tante terasa memek tante agak licin ada spermanya Om masih tertinggal di dalam, tapi aku cuek aja, yg penting masih bisa dgn rutin ngentot tante.

Minggu ke dua saat Om Wahyu masih ada, suatu sore yg sepi, aku baru pulang kuliah, mbok Tini tumben menyediakan es juice dan pisang goreng, biasanya kan tante Wahyu yg sediakan. Mbok Tini sambil senyum2 lagi, gelagatnya tidak seperti biasa, tapi tampak Mbok Tini cantik dan tubuhnya sintal, bikin aku terangsang juga nie he..he. Mbok kok sepi…. “ibu dan Bapak sedang pergi ke rumah familynya, kan besok Bapak sdh pulang Amrik lagi”. Wah…aku mbayangin besok sudah bisa secara rutin ngentot tante lagi he..he..! Tiba-tiba “Mas Hendi seneng kan kalau Bapak pulang Amrik lagi….!” Aku heran apa maksud Mbok Tini..! ”Iya.., jadi bisa ngentotin ibu kan…Mbok tahu lah..!”. Aku terkejut dan tdk berkutik dengan perkataan Mbok Tini tadi..aku hanya terdiam dan malu karena Mbok Tini ternyata sudah tahu. “Iya.. lah mas… Mbok tahu ibu sama mas hampir setiap hari entotan..mbok sih seneng aja..ibu jadi bisa tersalurkan birahinya..karena sebelum ada mas Hendi..ibu sering melamun dan di kamar sering masturbasi..mbok sering dengar suara2 birahi ibu, lagian ibu itu birahinya tinggi banget, Bapak ga bisa ngimbangi..kayaknya mas Hendi lah yg bisa ngimbangi..makanya ibu suka di entot mas..” Trus aku dengan perlahan ngomong ke Mbok Tini:” Jadi Mbok mau melaporkan ke Bapak yaa,,?”. Mbok Tini sambil senyum2…bilang..:”yah gak lah Mas… rugi..!”.. Aku bingung dengan perkataan Mbok Tini: “Lho kok rugi..emang ada untungnya untuk Mbok kalau ga dilaporkan?”. Mbok Tini senyum2 gelagat genit:” Kan Mbok juga pengen seperti ibu…Mbok ini sudah menjanda hampir 12 thn Mas…dan punya mbok sudah dianggurin lama..ga ada yang pake..he..he..!, makanya mas… Mbok pengen juga ngerasain kontol Mas Hendi.. Boleh kan?!, Tolong lah Mas.. itu yang dibilang untung tadi mas..makanya Mbok ga akan lapor ke Bapak deh.. asalkan Mas mau ngentot Mbok, lagian mbok belum pernah melahirkan, jadi memek mbok masih orisinil dibanding ibu!” Gila ini mbok…. Omongannya bikin merangsang aku. Aku jadi pengen ngerasain memek yg belum melahirkan, kalau tante kan sudah punya anak 1, itupun rasanya nikmat banget, apalagi yg masih seret kayak memek mbok, aku ngebayangai gitu.

Akhirnya kami berdua masuk kamarku dan aku melayani napsunya Mbok Tini yang menggebu-gebu kehausan kontol, kontolku dikulum-kulum dan diisap-isap si mbok, dan digigit2 gemes oleh Mbok Tini: “ Huwaduh..Mas Hendi..mbok bener2 gemes sama kontol mas…guede dan panjang banget…punya suami mbok aja hanya setengahnya…mbok pengen di entot sekarang mas..” Aku baru sodok2 sekitar 1 menit..si mbok sudah triak2 minta dicepetin dan mencapai klimax…. Mas..mas..trus..trus..cepet..cepet.. mas… mbok dah mau keluar…ough…ough…argk…argk…maaassss……mbok keluar..aahhh….. nikmat banget mas..” Tapi aku memang merasakan kenikmatan yang lebih memek simbok dibandingkan memek tante, memek mbok Tini masih sempit banget, td waktu pertama kontolku masuk ke memek si mbok, si mbok triak2 kesakitan;’ Akh..akh..mas..pelan2..memek mbok masih belum merekah masih sempit..” Tp setelah merekah, aku yg kenikmatan gesekan bibir memeknya bener2..lebih nikmat dari punya tante yang menurutku sudah enak..ternyata memek si mbok lebih nikmat, makanya akhirnya aku juga cepet orgasme sangking nikmatnya memek di mbok, inipun spermaku kukeluarkan didalam memek si Mbok:” mas…mas…….kalau mas ntar klimax keluarin didalam memek Mbok aja… Memek Mbok dah lama ga ngerasain semprotan sperma..pasti nikmat..!”

Akhirnya hari2 kulalui dengan secara rutin ngentot tante dan Mbok Tini. Kalau Tante ga ada dirumah, biasanya tante arisan bulanan, ke fitness dan salon, aku pasti ngentot mbok Tini, yg selalu stand by saat Tante pergi: “ mas…tante pergi lho..sekitar 2 jam lagi biasanya baru pulang”, bgitulah he..he.., aku langsung ngentot si mbok di dapur, di meja makan, di kamarnya, kamarku atau di di garasi, semauku saat ketemu mbok dimanapun. Aku merasakan bahwa memek mbok Tini memang enak dan nikmat banget.

Suatu saat aku sedang gentot mbok Tini di meja makan, tiba2 Tante datang lebih cepat dan saat itu aku sudah mencapai klimax, jadi pas tante masuk pas mbok triak2 klimax dan aku juga orgasme, jadi sama2 triak kenikmatan mencapai klimax, jadi tante denger dan langsung mergoki kami yang sedang entotan di meja makan. Tante tidak marah tapi cemberut dan diam sampai malam, dan 1 malam tidak minta di entot, akhirnya besok pagi aku minta maaf, akhirnya tante mengerti dgn alasanku bahwa aku sdh ga tahan sementara tante pergi, jadi aku ngentot mbok Tini.

Gila juga Tante..akhirnya setiap minta di entot, ngajak mbok Tini untuk threesome, akhirnya setiap ada kesempatan kami entotan threesome di sofa, kamar tante atau kamarku, kadang2 di kamar mbok Tini. Setiap Threesome, aku paling suka saat kontolku dijilati tante dan mbok Tini berebut, dan saat aku telentang si mbok naik turun diatas kontolku dengan memeknya ngentot kontolku sementara Tante jongkok di atas kepalaku dengan memeknya aku jilati (mereka bergantian posisinya), akhirnya terdengar suara triak2 nakal, genit dan birahi dari 2 wanita paruh baya merasakan kenikmatan kontolku dan jilatan lidahku di memek mereka.

Begitu juga saat Mbak Shinta pulang ke Jogja (biasanya hanya 2 hari), Tante sering jalan dengan Mbak Shinta, maka Mbok Tini saja yang rutin entotan denganku. Terpikir juga olehku pengen ngentot Mbak Shinta yang tomboy, tapi ayu cantik tinggi dan bokongnya huh…. Bongsor banget. Ga dapet Mbak Shinta ga apa2..toh sudah rutin ngentot ibunya he..he..serta bonus mbok tini!

Waktu berjalan hampir 1 tahun, kegiatan praktikum di kampus semakin padat dan aku lebih banyak di kampus, jadi ngentot tante & mbok lebih sering dilakukan malam hari saja. Tapi tante sudah mengeluh: “ Hen…Tante ga tahan..kamu jarang ngentot tante lagi…, kamu setuju ga 3 kamar tolong dicarikan temen2 kuliahmu, biar tante ada temen kalau kamu sibuk”. Begitu juga Mbok Tini: “ Mas Hendi ga kasihan sama tante apa..mbok juga nie…gara2 Mas Hendi..Mbok sudah ketagihan kontol Mas nie…tp Mas Hendi jarang dirumah..jadinya Mbok dan Tante sering gantian pakai dildonya Tante..”

Aku lama juga berpikir, kalau ada temen2ku disini kos, berarti ntar yg ngentotin tante dan mbok Tini jadi mereka, lha aku ntar ga dipake tante lagi….!…Tapi tante sudah mendesak-desak terus :” temen2mu bagaimana Hen..ada ga yg mau kos..!, jangan sampai tante ntar cari Gigolo lho Hen..” kasihan juga tante, dan aku ga rela kalau Tante harus di entotin Gigolo, trus mbok Tini ntar ikut2an.. ga rela aku! Lebih baik di entotin temen sendiri aja..!

Akhirnya aku dapat 3 temen kampus beda Fakultas. Mereka mau karena aku ceritakan bahwa ibu kos sama pembantunya siap untuk di entot setiap saat (aku tunjukkan photo Tante & Mbok Tini), wah..mereka bersedia secepatnya pindah Ke kos Tante Wahyu.

Akhirnya 3 temenku sudah kos dirumah Tante Wahyu, dan sudah bisa diduga setiap hari Tante digilir oleh mereka termasuk Mbok Tini juga minta bagian di entotin kami ber 4. Jadi Tante dan Mbok Tini setiap hari ga pernah kosong di entot, selalu ada saja yang siap mengentot Tante dan Mbok.

Laki-laki mana sih yang ga mau ngentot cewek gratis seperti Tante dan Mbok Tini, yang sexy, bahenol, genit, cantik. Temen2ku jelas seneng banget bisa ngentot gratis Tante yang bahenol cantik meskipun sudah 46thn, mereka ga peduli, yang penting mendapatkan nimat dunia dengan Cuma2 dan suka sama suka.

Gilanya, tante pernah suatu saat minta di entot oleh kami ber 4 secara bersamaan..kami ber 4 sempat kaget juga, akhirnya kami entot Tante bersama-sama (Fivesome) bahkan jadinya Sixsome bersama Mbok Tini, dan Tante secara rutin pengen melakukan Entotan rame2 (salome) spt itu, bisa Threesome, Foursome, Fivesome, Sixsome, tergantung siapa yang ada dirumah. Gila memang tante yang sudah usia 46 tahun masih haus sex dan tidak terkendali, sedangkan si Mbok Tini yang janda juga ikut2an salome.

Dan itu berlangsung terus sampai 2 tahun, sampai saat Om Wahyu kembali ke Jogjakarta lagi. Akhirnya dengan adanya Om Wahyu, kami ber 4 sangat jarang ngentot tante lagi, karena Tante dilibatkan aktif mengelola usahanya Om Wahyu yang lebih banyak ditempat usahanya, kasihan Tante pasti bête terus setiap hari, karena birahinya ga kesampaian seperti dulu lagi, kadang2 kami masih sempat ngentot tante salome, saat Om pulang malam. Yg masih bisa rutin dientot ya Mbok Tini, dengan bangganya menjadi primadona, padahal aku perhatikan memeknya lama kelamaan sudah dower..he..he.. kemasukan banyak kontol.! Tapi Tante tetap konsisten meminta aku ngentot rutin setiap 2 hari sekali saat pagi subuh, Om ga pernah tahu, kami ngentot di gudang belakang yang kebetulan ada sofa nganggur. Temen2ku dan Mbok Tini juga ga tahu.

Memasuki tahun ke 4, kami ber 4 sudah sibuk masing2 dan ke 3 temenku sudah jarang gentot Tante, apalagi Mbok Tini. Aku yg masih sering ngentot Tante dan Mbok Tini. Ternyata Tante & Mbok Tini tetap mengatakan kontolku yang enak dan Nikmat serta tahan lama.. hebat kan..!

Ke 3 temenku sudah bergantian pindah ke tempat kos lain, dan digantikan anak kos lain yg lebih junior. Aku tetap kos disitu karena Tante dan Mbok Tini tetap minta aku rutin ngentot mereka dan masih bertahan setiap ngentot pasti threesome, dan itu dilakukan saat Om Wahyu pergi.

Salah satu anak kos yang baru orangnya ganteng tinggi besar indo, Ricky namanya, Tante juga minta di entot dia, aku bener2 cemburu deh. Habis Tante saat ada Ompun berani juga datang kekamar si Ricky untuk entotan, pdhl Om lagi diruang TV. Tapi akhirnya si Ricky hanya sebentar dan pindah ke tempat kos lain, mungkin ga tahan melayani Tante.

Waktu berjalan memasuki tahun ke 5, aku tetap sibuk kuliah, praktikum dan menyusun skripsi, sementara ngentot tante dan Mbok Tini juga masih rutin meskipun ga stiap hari lagi, karena Om Wahyu sering ada dirumah. Terlihat kecantikan dan kemolekan tante berkurang, nampak wajahnya ga bersih lagi, tp kelihatan kuyu serta tidak bersemangat, tapi masih hot juga setiap entotan denganku. Dan setiap entotan justru nampak kegairahan dan kecantikannya lebih bersinar, jadi mungkin Tante memang sangat mendambakan entotan secara rutin dari laki2 yang bisa memberikan multiorgasme, sehingga wajahnya jadi bisa lebih berseri, namun karena keterbatasan ada Om Wahyu jadi ga kesampaian. Kasihan Tante Wahyu. Sementara aku juga semakin bosen pengen cari wanita lain, karena aku jadi ketagihan ngentot nie… walaupun masih ada Mbok Tini, yang juga kadang2 sdh ga bergairah lagi. Karena sdh tidak rutin lagi. Aku kepikiran pengen ngentot cewek lain selain Tante Wahyu dan Mbok Tini.

Saat aku lulus kuliah dan selesai wisuda, kedua orangtuaku datang ke Jogja dan aku kenalkan dengan Tante & Om Wahyu. Nampak biasa2 saja sih.. padahal Tante Wahyu yang usianya lebih tua dari ibuku, hampir setiap hari aku entot dengan suka sama suka. Ibu dan Bapakku jangan sampai tahu itu.

Sebagai salam perpisahan, Tante bikin kejutan: Aku diundang ke kumpulan arisan temen2 Tante Wahyu, mereka ber 5 (lima), ke 4 temen Tante usianya sekitar 40 – 45 thn. saat itu Tante sudah usia 50thn masih cantik tubuhnya berisi padat (mungkin karena rajin di entot dan nelan sperma, jadi awet muda), jadi Tante yg paling tua, tapi nampak jadi yang paling muda. Saat itu Om Wahyu sedang dinas ke Jakarta dan Tante tidak ikut.

Kejutan itu adalah di rumah salah satu Tante tsb. aku hanya cowok sendiri berusia 24thn bersama 5 Tante2 usia diatas 40 thn. Pengamatanku, nampak ke 4 tante2 tsb adalah Tante2 yang kesepian dan tidak pernah puas sex dengan suaminya.

Tante Wahyu menceritakan kepada 4 temannya bahwa aku adalah cowok yang sering dia ceritakan bisa memberikan kepuasan Sex Tante Wahyu dan selalu memberikan multiorgasme yang gak pernah didapat dari suaminya, sehingga Tante diusianya yg 50th nampak lebih muda dibanding ke 4 temannya.

Aku bak piala bergilir yang dipindah-pindahkan ke berganti-ganti tangan. Ke 4 temen tante Wahyu langsung mengerubuti aku serta mengelus-ngelus kontolku, akhirnya aku sudah telanjang bulat didepan hadapan mereka yang ntah kapan merekapun sudah pada telanjang bulat. Aku hanya berpikiran akhirnya keinginanku tercapai bisa ngentot cewek lain selain Tante Wahyu dan Mbok Tini.. he..he..!

Akhirnya aku tidur terlentang dikarpet ruang tamu dan tante bersama-sama 4 tante lainnya berebut menjilati kontolku serta di kulum-kulum serta di hisap2..bergantian dan berebutan, sehingga terdengar suara2 triakan2 genit dan nakal ke 5 tante arisan tsb. Aku merasakan lama2 bergairah dan terangsang dengan melihat 5 Tante2 cantik telanjang bulat dengan tetek2 yang besar2 padat dan memeknya ditumbuhi rambut2 kasar yang sangat lebat dan sangat berpengalaman menerima sodokan kontol ntah siapa saja selain suaminya.

Sebelum aku ikut Tante Wahyu ke rumah arisan tsb, tante memberikan pil biru ntah apa aku tidak tahu: “ Hen..ini diminum sekarang..biar kamu fit..” aku langsung meminumnya saat masih dirumah. Rupanya ini sudah direncanakan Tante Wahyu.

Aku heran karena kontolku sudah dikulum-kulum ber jam-jam dan tante2 itu memasukan memeknya ke kontolku naik turun diatas tubuhku bergantian 5 tante, aku belum mencapai klimax juga, sementara tante yang lain juga minta dijilati memeknya dgn lidahku.

Jadi ke 5 tante tsb. masing2 sudah orgasme ber kali2 (multiorgasme), tapi aku belum juga, padahal sdh hampir 5 jam. Akhirnya aku ga tahan juga dan cepat2 menarik Tante Wahyu kutelentangkan dan aku posisi diatas menyodok2 Tante Wahyu berulang-ulang dengan cepatnya…Tante Wahyu juga triak2 kenikmatan; “ Iya..iya..iya..trus..trus.. hen yang cpet..jangan stop..jangan stop hen…. Ough..ough..hen..hen..hen…trus..trus…argh…argh ..argh…” Ayo…ayo bu Wahyu..ayo bu Wahyu…trus …trus yang cepet hen..hen..yang cepet…Bu Wahyu sudah hamper orgasme lagi, begitu Tante 2lain memberi dukungan entotan kami ber2.! “Ough..ough..Tante..hendi dah mw kaluar tante…” Ok Hen Tante juga..aaahhhkk….aaaakkhh….aaarrrgghh…ough…ough….ooouuhhh… hen…hen…Tante sudah..tante sudah….kamu…ouh….! Rupanya Aku baru mau tant..belum keluar juga. Cepet2 tante mencabut kontolku dan menarik tante lain disuruh telentang…Bu retno..sini gantian…si hendi hampir nie belum keluar..kasihan dia..” Ok Bu wahyu…langsung bu retno telentang ngangkang dan aku langsung memasukkan kontolku ke memek Tante retno.. ough..ough…hen..hen nikmatnya trus trus hen yg cepet..tante kenikmatan nie..malah sudah pengen keluar..habis kontolmu enak banget..! Aku juga mau keluar Tant…aakkhh…aakkgghh.. tante…tante..tante..aku keluar argh..argh…” Tante juga Hen..kita keluar sama2….\: ough…ough…ough..ough..argh/…argh…arg..arg..aakkkhh…akkhhgg…” Crot..crot..crot..! Ouhhh…..ough..ough…spermamu terasa hangat di memek tante nikmatnya Hen..makasih ya,,Tante puas banget hari ini bisa orgasme sampai 5 kali, paling nikmat yg barusan…kontolmu kapan2 tante boleh pake lagi kan..?

1 bulan terakhir sebelum aku kembali ke Bandung, ke 4 tante bergantian mencari aku untuk ngajak ngentot dirumah mereka masing2…aku digilir mereka bergantian, dan yang paling ketagihan adalah Tante Retno yang usianya 40thn punya anak 2, suaminya kerja di Jakarta dan seminggu sekali pulang Jogja, hampir setiap hari aku pulang kuliah Tante Retno sudah nunggu di depan rumah kosku: “ Hen…bu Wahyu sudah kasih ijin kamu ikut dengan Tante kerumah…Tante dah ga tahan Hen..!”. Kalau 3 Tante lain selama sebulan masing2 hanya 3 x ngentot denganku. Sementara ngentot Tante Wahyu dan Mbok Tini kadang2 aja, Mbok Tini akhir2 ini cemberut terus..cemburu kalee…!

Itulah perpisahan terakhir dengan Tante Wahyu, Mbok Tini dan 4 Tante temen arisan Tante Wahyu. Setelah itu aku langsung bekerja diluar Jawa s.d sekarang dan tidak pernah bertemu dengan mereka lagi. Pengalaman sex bersama mereka membuat aku jadi ketagihan ngentot meskipun aku sudah berkeluarga, yang akhirnya aku berpetualang dengan banyak wanita: mahasiswi, karyawati, SPG, ibu rumah tangga & janda yang kenalan di mall/ via sms chat/YM/facebook/Indonesiancupid; wanita karier partner kerja; teman kantor, istri teman/ tetangga, istri bosku, pembantu dan bahkan adik iparku sendiri. Kalau dihitung-hitung sudah ada sekitar 37 cewek yang pernah aku entot atas dasar suka sama suka, aku tidak pernah ngentot sama pelacur/PSK.

Pernah suatu saat secara tidak sengaja bertemu Mbak Shinta di Jakarta saat aku pindah kerja di Jakarta, yang akhirnya bisa janji temu beberapa kali dan diakhiri dengan ngentot yang dulu pernah aku idamkan, saat itu dia sudah bersuami dgn 3 anak, sementara aku juga dgn 2 anak (usiaku saat itu 38thn dan Shinta 39thn, itupun dilanjutkan dgn pertemuan2 ngentot berikutnya selama 2 tahun, itu akan aku ceritakan next time bersama petualangan sexku lainnya, bye bye..!

Sex anak SMP

Posted: Agustus 9, 2011 in ABG

Sore itu, aku gerah sekali. Aku mengenakan kain sarung. Biasa itu aku lakukan untuk mengusir rasa gerah. Semua keluargatau itu. Kali ini seperti biasanya aku mengenakan kain sarung tanpa baju seperti biasanya, hanya saja kali ini aku tidak mengenakan CD.

“Wandy (nama samaran)…ibu pergi dulu ya. Temani Shindy, ya,” ibu kosku setengah berteriak dari ruang tamu.

“Ok…bu!”jawabku singkat. Aku duduk di tempat tidurku sembari membaca novel Pramoedya Ananta Toer. AKu mendengar suara pintu tertutup dan Shindy menguncinya. Tak lama Shindy datang ke kamarku. Dia hanya memakai minishirt. Mungkin karean gerah juga. Terlihat jelas olehku, teteknya yang mungil baru tumbuh membayang. Pentilnya yang aku rasa baru sebesar beras menyembul dari balik minishirt itu. Shindy baru saja mandi. Memakai celana hotpant. Entah kenapa, tiba-tiba burungku menggeliat. Saat Shindy mendekatiku, langsung dia kupeluk dan kucium pipinya. Mencium pipinya, sudah menjadi hal yang biasa. Di depan ibu dan ayahnya, aku sudah beberapa kali mencium pipinya, terkadang mencubit pipi montok putih mulus itu.

Shindy pun kupangku. Kupeluk dengannafsu. Dia diam saja, karen tak tau apa yang bakal tejadi. Setelah puas mencium kedua pipinya, kini kucium bibirnya. Biobir bagian bawah yang tipis itu kusedot perlahan sekali dengan lembut. Shindy menatapku dalam diam. Aku tersenyum dan Shindy membalas senyumku. Shindy berontak sat lidahku memasuki mulutnya. Tapi aku tetap mengelus-elus rambutnya.

“Ulurkan lidahmu, nanti kamu akan tau, betapa enaknya,” kataku berusaha menggunakan bahasa anak-anak.

“Ah…jijik,”katanya. Aku terus merayunya dengan lembut. Akhirnya Shindy menurutinya. Aku mengulum bibirnya dengan lembut. Sebaliknya kuajari dia mkenyedot-nyedot lidahku. Sebelumnya aku mengatakan, kalau aku sudah sikat gigi.

“Bagaimana, enak kan?” kataku. Shindy diam saja. Aku berjanji akan memberikan yang lebih nikmat lagi. Shindy mengangukkan kepalanya. Dia mau yang lebih nikmat lagi. Dengan pelan kubuka minishirt-nya.

“Malu dong kak?” katanya. Aku meyakinkannya, kalau kami hanya berdua di rumah dan tak akan ada yang melihat. Aku bujuk dia kalau kalau mau tau rasa enak dan nanti akan kubawa jajan. Bujukanku mengena. Perlahan kubuka minishirt-nya. Bul….buah dadanya yang baru tumbuh itu menyembul. Benar saja, pentilnya masih sebesar beras. Dengan lembut dan sangat hati-hati, kujilati teteknya itu. Lidahku bermain di pentil teteknya. Kiri dan kanan. Kulihat Shindy mulai kegelian.

“Bagaimana…enakkan? Mau diterusin atau stop aja?” tanyaku. Shindy hanya tersenyum saja.

Kuturunkan dia dari pangkuanku. Lalu kuminta dia bertelanjang. Mulanya dia menolak, tapi aku terus membujuknya dan akupun melepaskan kain sarungku, hingga aku lebih dulu telanjang. Perlahan kubuka celana pendeknya dan kolornya. Lalu dia kupangku lagi. Kini belahan vaginanya kurapatkan ke burungku yang sudah berdiri tegak bagai tiang bendera. Tubuhnya yang mungil menempel di tubuhku. Kami berpelukan dan bergantian menyedot bibir dan lidah. Dengan cepat sekali Shindy dapat mempelajari apa yang kusarankan. Dia benar-benar menikmati jilatanku pada teteknya yang mungil itu.

“Shindy mau lebih enak lagi enggak?” tanyaku. Lagi-lagi Shindy diam. Kutidurkan dia di atas tempat tidurku. Lalu kukangkangkan kedua pahanya. Vagina mulus tanpa bulu dan bibir itu, begitu indahnya. Mulai kujilati vaginanya. Dengan lidah secara lembut kuarahkan lidahku pada klitorisnya. Naik-turun, naik-turun. Kulihat Shindy memejamkan matanya.

“Bagaimana, nikmat?” tanyaku. Lagi-lagi Shindy yang suka grusah grusuh itu diam saja. Kulanjutkan menjilati vaginanya. Aku belum sampai hati merusak perawannya. Dia harus tetap perawan, pikirku. Shindy pun menggelinjang. Tiba-tiba dia minta berhenti. Saat aku memberhentikannya, dia dengan cepat berlari ke kamar mandi. Aku mendengar suara, Shindy sedang kencing. AKua mengerti, kalau Shindy masih kecil. Setelah dia cebok, dia kembali lagi ke kamarku.

Shindy meminta lagi, agar teteknya dijilati. Nanti kalau sudah tetek di jilati, ***** Shindy jilati lagi ya Kak? katanya. Aku tersenyum. Dia sudah dapat rasa nikmat pikirku. Aku mengangguk. Setelah dia kurebahkan kembali di tempat tidur, kukangkangkan kedua pahanya. Kini burungku kugesek-gesekkan ke vaginanya. Kucari klitorisnya. Pada klitoris itulah kepala burungku kugesek-gesekkan. Aku sengaja memegang burungku, agar tak sampai merusak Shindy. Sementara lidahku, terus menjilati puting teteknya. Aku merasa tak puas. Walaupun aku laki-laki, aku selalu menyediakan lotion di kamarku, kalau hari panas lotion itu mampu mengghilangkan kegerahan pada kulitku. Dengan cepat lotion itu kuolesi pada bvurungku. Lalu kuolesi pula pada vagina Shindy dan selangkangannya. Kini Shindy kembali kupangku.

Vaginanya yang sudah licin dan burungku yang sudah licin, berlaga. Kugesek-gesek. Pantatnya yang mungil kumaju-mundurkan. Tangan kananku berada di pantatnya agar mudah memaju-mundurkannya. Sebelah lagi tanganku memeluk tubuhnya. Dadanya yang ditumbuhi tetek munguil itu merapat ke perutku. Aku tertunduk untuk menjilati lehernya. Rasa licin akibat lotion membuat Shindy semakin kuat memeluk leherku. Aku juga memeluknya erat. Kini bungkahan lahar mau meletus dari burungku. Dengan cepat kuarahkan kepala burungku ke lubang vaginanya. Setelah menempel dengan cepat tanganku mengocok burung yang tegang itu. Dan crooot…crooot…crooot. Spermaku keluar. Aku yakin, dia sperma itu akan muncrat di lubang vagina Shindy. Kini tubuh Shindy kudekap kuat. Shindy membalas dekapanku. Nafasnya semakin tak teratur.

“Ah…kak, Shindy mau pipis nih,” katanya.

“Pipis saja,” kataku sembari memeluknya semakin erat. Shindy membalas pelukanku lebih erat lagi. Kedua kakinya menjepit pinggangku, kuat sekali. Aku membiarkannya memperlakukan aku demikian. Tak lama. Perlahan-lahan jepitan kedua aki Shindy melemas. Rangkulannya pada leherku, juga melemas. Dengan kasih sayang, aku mencium pipinya. Kugendong dia ke kamar mandi. Aku tak melihat ada sperma di selangkangannya. Mungkinkah spermaku memasuki vaginanya? Aku tak perduli, karean aku tau Shindy belum haid.

Kupakaikan pakaiannya, setelah di kamar. Aku makai kain sarungku. Mari kita bobo, kataku. Shindy menganguk.

“Besok lagi, ya Kak,” katanya.

“Ya..besok lagi atau nanti. Tapi ini rahasia kita berdua ya. Tak boleh diketahui oleh siapapun juga,” kataku. Shindy mengangguk. Kucium pipinya dan kami tertidur pulas di kamar.

Kami terbangun, setelah terdengar suara bell. Shindy kubangunkan untuk membuka pintu. Mamanya pulang dengan papanya. Sedang aku pura-pura tertidur. Jantungku berdetak keras. Apakah Shindy menceritakan kejadian itu kepada mamanya atau tidak. Ternyata tidak. Shindy hanya bercerita, kalau dia ketiduran di sampingku yang katanya masih tertidur pulas.

“Sudah buat PR, tanya papanya.

“Sudah siap, dibantu kakak tadi,” katanya. Ternyata Shindy secara refleks sudah pandai berbohong. Selamat, pikirku.

Setelah itu, setiap kali ada kesempatan, kami selalu bertelanjang. Jika kesempatan sempit, kami hanya cipokan saja. Aku menggendongnya lalu mencium bibirnya.
Hal itu kami lakukan 16 bulan lamanya, sampai aku jadi sarjana dan aku harus mencari pekerjaan.

Malam perpisahan, kami melakukannya. Karena terlalu sering melaga kepala burungku ke vaginanya, ketika kukuakkan vaginanya, aku melihat selaput daranya masioh utuh. Masa depannya pasti masih baik, pikirku. Aku tak merusak vagina mungil itu.

Sesekali aku merindukan Shindy, setelah lima tahun kejadian. AKu tak tahu sebesar apa teteknya sekarang, apakah dia ketagihan atau tidak. Kalau ketagihan, apakah perawannya sudah jebol atau tidak. Semoga saja tidak.

Hantu Ruang UKS

Posted: Agustus 5, 2011 in cerpen horor

Malam Kamis di kota Western Valley sangatlah mencekam. Apalagi di sekitar ruang UKS SMP Western Valley yang katanya di sana ada setan yang suka berkeliaran setiap malamnya. Banyak sebagian anak yang bersekolah di sana percaya dengan cerita tersebut, tetapi ada juga yang tidak percaya.
Dan pada malam itu juga, Aria terpaksa pulang malam karena ia barusan menyelesaikan hukuman dari Mr. Hibeard. Ia dihukum karena tidak menyimak pelajaran, tetapi ia justru asyik ngobrol bareng dengan sahabatnya, Cerli. “Huh, gara-gara Mr. Hibeard, jadinya hari ini aku pulang kemaleman deh!” Gerutunya seraya melirik jam tangannya. “Sial!! Udah jam 21.30 lagi!!” tanpa disadarinya, sesosok tubuh wanita melayang ke arahnya. Seluruh kulit wanita itu berlumuran darah dan berwarna hitam kebiru-biruan. Wajahnya tertutup oleh rambutnya yang panjang dan kumel. Tangan kanan wanita itu menepuk salah satu pundak Aria. DEG! Si, siapa yang menepuk pundakku? Pikir Aria, takut bercampur bingung. Perlahan ia menoleh ke belakang dan………… “AAAA!!!!! ADA HANTU!!!!” Setelah puas menjerit Aria langsung berlari meninggalkan tempat tersebut, namun ternyata wanita itu melayang dan mengejar Aria tepat di atasnya. Aria mendongak sambil berlari, pikirannya meracau karena takut bercampur bingung. Sampai-sampai ia tidak sadar kalau di depannya ada tembok dan…. DUAK!! Wajahnya membentur tembok itu dengan keras. Aksihani mimisan, sempoyang lalu ambruk tidak sadarkan diri. Keesokan paginya, Aria masih membayangkan kejadian yang menimpanya semalam. Cerli dan Kiersha yang dari tadi duduk di hadapannya hanya memandang wajah depresi sahabatnya itu. Hiburan dari Cerli dan Kiersha tidak banyak membantu. Aria malah tambah depresi setelah Kiersha tanpa sengaja berkata, “Eh, hati-hati lho! Aku denger, hantu UKS itu suka ngebunuh korbannya!!” Cerli langsung nyumpel mulut Kiersha make’ sikat toilet karena kata-katanya itu. Tiba-tiba seorang gadis berkepang dua dan berkacamata bulat besar datang menghampiri mereka. “Eh, kalian kenapa sih, dari tadi kok bengong melulu! Biasanya paling ribut di kelas!” Kata gadis berkepang dua itu. “Rumi, kita tuh lagi ada problem! Big problem!” Balas Cerli sambil menatap gadis berkepang dua yang bernama Rumi itu. “Mm…. gitu…,” Rumi manggut-manggut mengerti. Tiba-tiba Aria yang dari tadi diam mendadak bangkit dari bangkunya dan menatap Rumi dengan tatapan penuh harap. “Rumi, kamu bisa nolongin aku gak?” Tanyanya, serius. “Minta tolong apa?” Tanya Rumi balik. “Sebenernya… kemaren…..,” Begitulah, Aria menceritakan semua kejadian yang menimpanya semalam. Rumi mendengarkan dengan seksama, sepertinya ia tertarik sekali dengan topik pembicaraan. “Jadi, kamu mau gak nolongin aku berantas tuh setan!” Pinta Aria setelah selesai bercerita. Tanpa banyak berpikir Rumi langsung menjawab dengan anggukan setuju “Sipp!! Serahkan padaku! Akan kutolong!!” Jawabnya semangat sambil mengacungka ibu jarinya. Aria, Cerli, dan Kiersha tersenyum lega. Sayangnya, tanpa sepengetahuan mereka, sesosok mata tengah mengamati keempat anak itu dengan senyum seringai yang sangat menyeramkan. Malamnya, Aria, Cerli, Kiersha, dan Rumi berkumpul di depan gerbang sekolah. Semuanya pun sudah membawa perlengkapan penangkal setan masing-masing. Aria membawa kalung yang terbuat dari bawang putih, buku penangkal setan, bahkan benda-benda yang terbuat dari perak, Cerli dan Kiersha pun membawa barang-barang yang sama dengan Aria. Sedangkan Rumi, ia membawa buku-buku tentang hal-hal mistis dan cara penangkalannya, juga tidak ketinggalan dengan senter, korek api, kawat, tali tambang, dan masih banyak lagi. Setelah itu, mereka berempat menyelinap masuk ke dalam melewati pagar sekolah yang sudah renggang. Rumi menyarankan agar mereka dibagi menjadi 2 kelompok, ia dengan Aria, lalu Cerli dengan Kiersha. Mulanya Cerli dan Kiersha menolak karena tidak ada satu pun dari mereka berdua yang mengerti soal menangkal setan, ditambah lagi baik Cerli mau pun Kiersha keduanya sama saja penakut, tidak ada yang berani bertindak. Tetapi, akhirnya setelah di bujuk dengan beberapa lembar uang oleh Aria, mereka berdua mau (dasar matre!). “Eh, Rumi, bener gak apa-apa nih kalo hantunya muncul?” tanya Aria pada Rumi saat mereka berempat sudah berpencar. “Hmm… tenang aja, kitakan sudah bawa peralatan-peralatan penangkal setan!” Jawab Rumi, membuat hati Aria menjadi agak lega. Sementara itu, Cerli dan Kiersha sedang menyelidiki sekitar ruang UKS. “Hii…. sekolah ini nyeremin banget kalo udah malem!” Cerli bergidik ngeri. “Alah…. cuman kayak ginian aja udah takut, gimana kita mau di juluki preman, hah?!” balas Kiersha sok berani, padahal asli, dia ketakutan setengah mampus! Matilah aku… pokoknya, malem ini gak boleh apes!! Batinnya. Tanpa keduanya sadari, sesosok mata tengah mengamati mereka dari langit-langit lorong. PLUK…! Tiba-tiba Cerli merasakan ada sebuah benda yang jatuh tepat di atas kepalanya. Mendadak wajahnya memucat dan kedua kakinya gemetaran hebat. Kiersha yang melihat tingkah Cerli berhenti berjalan dan segera menanyainya. “Woi, ngapa berhenti?” tanyanya heran. Cerli hanya menunjuk-nunjuk ke atas kepalanya sambil berkata dengan gemetaran. “Ad, ada suatu benda yang jatuh di atas kepalaku…..,” katanya. Kiersha berjalan mendekati Cerli lalu berjinjit untuk melihat benda yang ada di atas kepala temannya itu. Seketika wajah Kiersha menjadi ikut pucat, 5 detik kemudian…….. “WUAAA!!! POTONGAN JARI MANUSIA!!!” jeritnya sambil mengambil langkah seribu, meninggalkan Cerli sendirian yang masih gemetar ketakutan. “Eh, eh, jangan tinggalin aku sendirian dong…,” rintih gadis berambut pendek sebahu itu, “ma, mana tadi dia bilang, potongan jari manusia lagi… apa jangan-jangan…,” Cerli berhenti bicara, tangan kanannya berusaha meraih benda yang ada di atas kepalanya itu. Sedetik kemudian, ia merasa memegang benda yang tidak asing baginya lagi, diraihnya benda itu dan dilihatnya. Dan tidak lama kemudian…… “UWAAA!!! JARI MANUSIA!!! TOLONG!!!!” jeritnya histeris. Ia membuang jari itu lalu segera mengambil langkah seribu juga. Sementara itu, Aria dan Rumi sedang menyelidiki TKP (Tempat Kejadian Penampakan), tepatnya tempat di mana Aria melihat penampakan hantu tersebut. “Hmm…. kamu yakin kemaren malam hantu itu benar-benar terbang mengejarmu, Aria?” tanya Rumi kurang yakin. Aria mengangguk mantap sambil berkata, “Yakin! Hantunya itu ngejer aku! Mana terbang lagi!” “Aneh….,” gumam Rumi. “Aneh apanya?” Aria mengerutkan dahinya, tidak mengerti. “Ya aneh! Kalo misalnya ini perbuatan orang iseng, gimana caranya terbang? Apa menggunakan balon gas?” Rumi meracau tidak jelas sendirian. Tiba-tiba Aria melihat sekelebat bayangan lewat tepat di belakang Rumi. “RUMI, BELAKANGMU!!!” teriak Aria, membuat gadis berkaca mata itu terkejut. Rumi cepat-cepat berbalik, tetapi ternyata ia tidak melihat apa-apa. “Enggak ada apa-apa tuh!” katanya sambil berbalik ke arah Aria lagi. “Tapi… tapi…,” Aria berusaha menjelaskan, tetapi keburu di potong oleh Rumi, “Udah deh, kamu jangan khayal yang macem-macem!” Aria menghela napas, berusaha menenangkan pikirannya yang memang semakin tidak waras. “RUMI, ARIA!!!” seru Kiersha dari kejauhan memanggil mereka berdua. Aria dan Rumi hanya memandang kedatangan Kiersha dengan heran. “Ada apa?” tanya Aria ketika gadis berambut metal itu sampai di tempat mereka. “Hh… hh… tadi…hh.. ada…hh… SETAN….!!!” jawab Kiersha dengan napas memburu. Aria dan Kiersha saling pandang heran. “Dijalan tadi pas kita lagi ngeliat-liat, ada potongan jari manusia jatuh di atas kepala Cerli, aku langsung lari aja, entah gimana nasib Cerli!” Jelas Kiersha setelah berhasil mengatur napasnya kembali. “Gila lu, masa Cerli ditinggal sendirian?!” Aria panik. “Sudahlah, sekarang kita harus menemukan Cerli dulu!” Sela Rumi, cepat. Kemudian ketiganya segera kembali ke tempat Kiersha dan Cerli tadi. Dilain tempat, Cerli berlari sendirian bagaikan anak ayam kesasar yang sedang mencari induknya. Karena gelap, Cerli tidak melihat bagian lantai yang retak dan tersandung. BRUK! “Aduh!” Rintihnya. Kaca matanya pun jatuh entah kemana. Cerli meraba-raba sekitarnya. “Kacamata, dimanakah engkau berada?” Tiba-tiba sesosok mahluk bergaun putih berlumuran darah mendarat di depannya. Cerli sangat senang karena sudah mendapatkan kaca matanya kembali, sesaat setelah ia mengenakan kacamatanya, ia tertegun melihat sosok yang berdiri tepat didepannya. Ia mengadah keatas untuk melihat pemilik wajah sosok tersebut. Yang ia lihat ada wajah penuh darah dan rusak. Kontan saja ia berteriak. “AAAAAAAAAA!!! HANTU!!!!!! ADA HANTU!!!!!!!” Jeritan Cerli yang super nyaring nyaris membuat kaca-kaca yang ada di sekitarnya pecah (lebay). Kiersha, Aria, dan Rumi yang mendengar jeritan Cerli tanpa buang-buang waktu langsung berlari ke arah sumber suara. Ketika mereka sampai ditempat, yang mereka lihat hanyalah Cerli yang sedang teriak-teriak sendiri persis kayak orang gila. Segera ketiganya menghampiri Cerli. “Cerli, kamu tidak apa-apa?” tanya Aria khawatir. “Enggak! Aku emang enggak apa-apa! Tapi aku STRESS!!!” jawabnya emosi sambil menjambak-jambak rambutnya sendiri. “Terus kenapa kamu teriak-teriak kayak gitu?” tanya Rumi penasaran. “Tadi aku ngeliat hantu!! Serem banget!!!” Cerli menjawab sambil menyapu beberapa butir air mata yang sudah jatuh di pipinya. “Hantu katamu?! Kayak mana sosoknya?!” tanya Rumi lagi dengan antusias. “Aku gak mau cerita!! Terlalu nyeremin!!!” tolak Cerli. “Baiklah kalau begitu,” kata Rumi, mengalah. “Sekarang kita ke UKS!” “Gi, gimana kalo ketemu setan lagi?” tanya Aria, kedua kakinya gemetaran. “Ya tinggal lari, gitu aja koq repot!” balas Rumi agak sedikit cuek. Akhirnya mau tidak mau, Aria, Kiersha, dan Cerli mengikuti Rumi ke UKS. Ditengah jalan, lagi-lagi ada sesosok mata yang mengamati mereka dari atas dinding. Saat sampai di UKS, mereka berempat melihat sesosok setan tanpa kepala melayang di depan pintu ruangan tersebut. Tanpa dikomando, mereka berempat lari kocar-kacir dan berpencar meninggalkan setan tanpa kepala itu. Rumi tanpa sadar berlari menuju kafetaria dan langsung membuka pintu kafetaria dengan kawat yang ia bawa dan segera bersembunyi didalam sana. “Hah… hah… hah… mengerikan sekali,” gumamnya pelan sambil berusaha mengatur kembali napasnya. Sementara itu, Cerli dan Aria berlari ke arah toilet dan bersembunyi didalam sana. Seketika mereka berdua mencium bau busuk dari arah kloset. “Wuih!! Bau banget sih, ini kloset!!!” Kata Aria sambil menutup hidungnya. Sedangkan Kiersha, dialah kali ini yang kedapetan bagian dikejar setan. “TIDAK!!! KENAPA MESTI AKU YANG DIKEJAR?!!!!” teriaknya sambil terus berlari. Rumi keluar dari persembunyiannya setelah yakin keadaan disekitarnya aman. Kemudian ia segera beranjak dari tempat tersebut, namun tidak lama, ia melihat Kiersha berlari-lari disepanjang lorong sekolah dengan setan tanpa kepala mengejarnya. “I’ve good idea!!” seru Rumi penuh kemenangan. Kemudia dirogohnya ransel miliknya yang berisi alat-alat dan buku penangkal setan. Lalu dikeluarkannya seutas tali tambang dengan pengait seperti kail di ujungnya. Setelah itu ia buru-buru mengejar setan tanpa kepala itu, dan ketika jarak mereka semakin dekat, Rumi tiba-tiba melemparkan ujung tali tambang yang ada pengaitnya itu ke arah si setan. BREKK!!! Pengait di ujung tambang itu berhasil mengenai dan mengait gaun berlapis yang dikenakan oleh setan tanpa kepala. Dengan sekuat tenaga, Rumi berusaha menarik mundur sang setan, namun rupanya setan itu lebih kuat, Rumi bahkan tidak bisa menariknya mundur sesenti pun. Kiersha yang melihat Rumi kesusahan demi menolongnya, memutuskan untuk membantunya. Ia berbalik dan berlari ketempat Rumi, lalu ia ikut membantu menarik setan tersebut. Karena mendapat bantuan, setan tanpa kepala itu juga tidak bisa menahan lebih lama lagi, sedikit demi sedikit ia mulai tertarik mundur ke belakang. Aria dan Cerli keluar dari toilet karena tidak tahan dengan bau tempat tersebut. Namun rupanya disaat bersamaan mereka keluar, hantu yang kemarin mengejar Aria yang juga rupanya menakuti Cerli tadi sudah menyambut mereka. Kontan saja keduanya berteriak histeris lalu berlari meninggalkan hantu tersebut. Sayangnya hantu tersebut mengejar mereka bahkan nyaris menyusul mereka. Cerli dan Aria mempercepat lari masing-masing, dan disaat itu juga mereka mendengar keributan dari arah aula besar. Keduanya bersamaan berbelok ke tempat tersebut dan si hantu masih tetap setia membuntuti keduanya. Sesampai disana mereka melihat Kiersha dan Rumi mati-matian menyeret hantu tanpa kepala ke tengah aula, dan seketika muncul ide di benak Aria, buru-buru ia membisiki rencanaya pada Cerli, walau ragu, tapi Cerli tetap setuju untuk melakukannya. Ketika hantu yang mengejar Cerli dan Aria semakin dekat, keduanya segera loncat dari lantai dua dan kemudian……… GUBRAKKK!!!! Pastinya kedua cewek itu jatoh. Namun si hantu yang mengejar mereka berdua tidak dapat mengatur kecepatan dan arah terbangnya dengan benar karena terkejut dengan aksi Cerli dan Aria barusan, akhirnya hantu itu ikut terjatuh dan menimpa si setan tanpa kepala. BRUKK!! Keduanya terjatuh dan dan tergeletak di tengah aula. Rumi langsung buru-buru mengikat keduanya dengan tambangnya. Sedangkan Kiersha membantu Aria dan Cerli berdiri. “Ternyata dugaanku benar, hantu yang semalem ngejer-ngejer Aria itu palsu! Begitu juga dengan mereka!” kata Rumi setelah mengikat kedua hantu tersebut. “Kalo begitu, siapa sebenarnya kedua hantu bloon ini?” sahut Cerli sambil berjalan teratih-atih ke tempat Rumi bersama dengan Kiersha yang memapahnya dan Aria. “Heh, siapa lo berdua sebenernya! Ngaku!” Kiersha bertanya kepada kedua setan jadi-jadian itu dengan logat premannya. Rumi menyibak poni hantu yang mengejar Aria dan Cerli. Wajahnya ternyata dimake-up habis-habisan, jadi mirip kayak setan beneran. Aria yang kondisinya lebih baik dari Cerli mencipratkan air botol minumnya ke wajah hantu tersebut agar make-upnya luntur, dan ternyata, hantu yang dari kemarin mengejarnya adalah Deashya, teman sekelasnya! “Aneh, kok make-upnya gak hilang-hilang ya?” ujar Rumi bingung sambil mengoyak-koyak wajah Deashya yang sebenarnya make-upnya udah luntur, Cuma wajahnya yang memang mirip kayak setan beneran sih. “WOI! STOP! STOP!” seru Deashya marah karena mukanya yang ancur diobok-obok jadi tambah ancur sama Rumi. “Oh… udah luntur toh…,” Rumi baru sadar. “Terus, setan yang satunya siapa?” kali ini Cerli yang bertanya sambil menatap setan tanpa kepala yang ada didepannya. TUING, tiba-tiba Nerd, teman sekelas mereka juga, memunculkan kepalanya dari balik leher gaun tanpa kepala tersebut. “Oh… si cebol ini toh….,” Cerli manggut-manggut mengerti. “Siapa yang kau sebut cebol hah?!” Nerd langsung naik pitam. “Ya kamu dong, emank siapa lagi????” balas Cerli sambil melirik bagian kaki setan tanpa kepala yang ternyata disagak dengan kaki buatan agar membuat setan tanpa kepala itu terlihat tinggi. Nerd cuma diam menahan malu dan kependekannya. “Kenapa kalian menakuti Aria?” tanya Rumi to the point pada Deashya dan Nerd. Kedua anak itu memandang Aria dengan pandangan sebal. Lalu keduanya menjawab bersamaan. “KARENA DIA TELAH MENCURI UANG IURAN KELAS!” Aria kaget, seingatnya ia tidak pernah mencuri uang sepeser pun, apalagi uang iuran kelas, mana berani ia melakukan hal macam itu! Kiersha, Cerli, dan Rumi menatap Aria tidak percaya, namun cepat-cepat Rumi meminta penjelasan kepada Nerd dan Deashya. “Kok bisa? Memang apa buktinya dia yang mencuri uang itu hah?” “Menurut Allen, orang terakhir yang memegang uang tersebut adalah Aria, saat itu ia melihat Aria sedang membuka loker Dennies tanpa sepengetahuan yang lain, termasuk Dennies, dan setelah itu Dennies melapor bahwa uang iuran kelas yang ia simpan telah hilang! Berarti positif pelakunya adalah kamu!!!” jelas Deashya panjang lebar sambil menatap Aria dengan tatapan penuh kebencian. “Kok kalian yang repot kalo misalnya Aria yang mencuri uang tersebut? Bukannya seharusnya guru yang turun tangan, bukan kalian?!” tanya Kiersha. “Sebenarnya masalah ini belom kami sampaikan pada guru mana pun, tapi pengurus kelas, dan beberapa teman-teman lainnya yang merencanakan semua ini untuk mengerjai Aria,” jawab Nerd. “Tapi kalian tidak bisa tetap asal tuduh begitu! Memang kalian sudah menemukan uang tersebut di Aria?? Belumkan?! Baiklah, besok pagi kita akan buktikan, apakah Aria yang benar mencuri uang itu atau tidak!” kata Rumi. “Baiklah jika itu maumu,” Deashya setuju. Keesokan paginya, semua anak kelas 1-2 berkumpul untuk mendengar kesaksian Allen. “Waktu itu aku mau ke toilet, eh, pas mau belok, aku ngeliat Aria menggeledah loker Dennies!” “Kau salah paham! Waktu itu sebenarnya aku tidak berniat menggeledah loker Dennies, tetapi aku disuruh Mrs. Tuffle untuk mengambil laporan iurannya!! Bukan uangnya!!!” Sela Aria. “Terus, kalo bukan kamu yang ngambil, kok uangnya hilang?” tanya Vennara pada Aria. Yang ditanya hanya bisa menggeleng. “Dennies, apa yang kau lakukan sebelum uang itu hilang di loker?” tanya Rumi serius. Dennies berpikir sebentar dan kemudian menjawab, “Aku menyuruh Allen untuk meletakkannya dilokerku.” DEG! Tiba-tiba Allen teringat akan sesuatu. “Eh… anu… anu…. aku permisi sebentar ya!” katanya sambil berlari meninggalkan kelas. Anak-anak yang lain merasa ada sesuatu yang aneh pada Allen, jadi diam-diam mereka mengikutinya. Ternyata Allen memeriksa lokernya, ia tersentak kaget dan berteriak cukup histeris, “YA AMPUN! AKU LUPA MASUKIN UANGNYA KE LOKER DENNIES!!!!” Tiba-tiba ia merasakan hawa membunuh dibelakangnya, dengan tubuh sedikit gemetar ia berbalik ke belakang dan mendapati teman-temannya sudah berdiri dibelakangnya dengan tatapan membunuh, termasuk Aria, Cerli, dan Kiersha. “Oh….. jadi begitu ya?” kata Aria sambil melangkah mendekatinya. Allen hanya bisa menelan ludah. “Hebat juga mental lo, pengen cepet mati nieh ceritanya??!!!” Wajah Kiersha berubah menjadi 100% preman. Allen tidak tahan lagi, ia cengengesan sebentar, lalu sedetik kemudian ia sudah lari meninggalkan teman-temannya. “HEY, KETUA ABNORMAL, MAU LARI KEMANA KAU, HAH??!!!” Aria langsung berlari mengejarnya, diikuti oleh anak-anak yang lainnya. Tidak jauh, Rumi hanya memandangi aksi kejar-kejaran tersebut sambil tertawa kecil. THE END

coretan jiwa

Posted: Agustus 5, 2011 in cerpen horor

“Braakk” suara pintu terbanting keras di belakang Hendra, seorang laki-laki paruh baya temperamental, yang selalu tertekan dengan pekerjaannya di sebuah Bank. Laki-laki ini selalu melampiaskan kemarahannya pada istri dan anaknya.“Kenapa lagi se mas..?” sang istri, Ningsih, seorang ibu rumah tangga yang selalu menjadi bulan-bulanan suaminya. Setiap ada masalah apapun itu selalu menjadi bahan pelampiasan suaminya.“Ah..orang-orang ini bisanya cuma menuntut dan menuntut. Mereka itu tidak bisa apa-apa kalau nggak ada aku”“Sudahlah jangan terlalu dipikir”“Kau itu tau apa heh..!!Suami pulang..nggak bikin minuman malah ngurusi anakmu yang idiot itu”“Ya ampuun mas..Putra nggak idiot..lagipula itu kan juga anak kamu”“Halah..tidak mungkin aku punya keturunan seperti dia..”                Hendra menghampiri Putra yang duduk bersimpuh di pojok ruangan, asik menggambar seakan tidak peduli dengan pertengkaran orang tuanya. “Heh..anak kecil..jangan cuma menggambar saja bisanya. Ngomong saja nggak becus..sudah umur berapa kau hah..” Putra hanya menatap kosong mata ayahnya. Tangan Hendra mencengkeram lengan Putra, tapi bocah itu sama sekali tidak menangis, merasa ketakutanpun tidak, dia hanya diam seolah tidak merasa sakit di kedua lengannya.“Mas apa-apaan se..kasihan putra..apa tidak bisa kau sekali saja tidak marah-marah dan menyiksanya seperti itu” Ningsing mencoba merebut Putra dari tangan Hendra.“Anak apa yang kau lahirkan ini..lihat berontak saja dia tidak mampu..dasar anak cacat” bentak Hendra tepat di depan mata Putra.                Ningsih berhasil merebut Putra dan menyembunyikan Putra di balik badannya. “Kau ini gila mas..Putra nggak cacat..dia hanya trauma dengan semua perlakuan kasarmu..”Ningsih menyuruh Putra menjauh dan bersembunyi di balik sofa, Putra berlari kecil menuju balik sofa, kembali duduk bersimpuh dan meneruskan gambarnya.“Kau memang keterlaluan..kalau kau bermasalah dengan urusan kantormu jangan selalu kau lampiaskan padaku dan Putra..”“Halah..Diam kau perempuan..tau apa kau soal urusan kantor”“Kau yang diam..aku sudah tak tahan lagi..ceraikan aku mas..”“Apa kau bilang..Plaak” sebuah tamparan keras mendarat di muka Ningsih“Aku mau cerai mas..aku mau cerai..”Ningsih tetap meneriakkan kata-kata itu walaupun sudah tersungkur di lantai akibat tamparan keras suaminya.“Diam kau diam…aku bilang diam..” Hendra terus memukuli Ningsih.                Ningsih berusaha mendorong tubuh Hendra yang menindih tubuhnya, Ningsih berhasil lolos dan berdiri, saat Ningsih mencoba berlari Hendra berhasil menahan tangan Ningsih dan mencengkeram kedua tangannya.“Sampai kapanpun kau tak kan bisa lari dariku Ningsih, selamanya kau tetap istriku..”“Aku tak mau mas..aku tak mau..” Ningsih berteriak-teriak dan meronta-ronta berusaha lepas dari cengkeraman Hendra.                Ningsih dan Hendra terus saling mendorong, anak mereka Putra melihat dari balik sofa tanpa ekspresi, raut mukanya datar, dia hanya terus melihat dan melihat, tanpa disadarinya dia melihat sebuah bayangan manusia menjegal kaki ayahnya. Tanpa dikomando Putra melukiskan kejadian itu di kertas putih, lengkap dengan bayangan yang menjegal kaki ayahnya, ditambah dengan adegan ayahnya terjatuh dari lantai dua dan mendarat di tanah dengan muka hancur dan tak bernyawa. Kejadian tersebut sama dengan Hendra yang tiba-tiba terjungkal dan jatuh dari lantai 5 rumah susun yang ditempatinya.“Aaaaaaaaaaahhh……” Ningsih berteriak histeris yang menyebabkan tetangga disekitarnya berkerumun. Ningsih terduduk lemas di balik jendela rumahnya, tak henti-hentinya dia menangis. Putra menghampiri jendela dengan membawa lukisan yang bergambar kejadian yang tadi menimpa ayahnya. Putra melongokkan kepalanya keluar jendela, menatap kosong jasad ayahnya, lama Putra menatapnya sampai ibunya menarik tangan Putra dan memeluknya.     2 minggu berlalu sejak Hendra meninggal, Ningsih mulai menata kembali kehidupannya. Dia mulai kembali bekerja di sebuah department store, untung saja ada saudaranya yang juga bekerja disana sehingga dia bisa mendapatkan pekerjaan yang pernah ditinggalkannya dulu dengan lebih cepat. “Putra jaga rumah ya…kunci pintu..kalau mau makan tinggal ambil di lemari makan..” Ningsih berpamitan seraya mencium kening putra. Tanpa anggukan Putra menutup pintu rumah setelah Ningsih menghilang di ujung koridor. Putra kembali ke dalam rumah duduk di belakang sofa dan kembali menggambar. Sebuah gambar yang berisikan Putra dan ibunya bergandengan tangan di sebuah hamparan hijau yang tak berbatas, dengan langit biru yang tak berawan. Di tengah gambar ada simbol “tok..tok..tok..” suara pintu membangunkan putra dari tidurnya, tak terasa putra tertidur saat kecapekan menggambar. Putra beranjak dari tidurnya dan berjalan ke depan, membukakan pintu untuk ibunya. Saat putra berdiri, angin yang entah datangnya darimana menghembuskan gambar putra masuk ke dalam kolong sofa. Putra menoleh sebentar, kemudian meneruskan berjalan menuju ruang depan dan membukakan pintu.“Eh Putra tadi tidur ya..” Wajah ibunya menyembul dari balik pintu yang dibuka Putra. Putra hanya mendongak..namun kemudian ada wajah lain dibalik punggung Ningsih.“Halo..Putra..ini martabak manis buat Putra” Seorang laki-laki paruh baya memberikan sekotak martabak manis tepat di depan mata putra, tapi Putra tak menggubrisnya, Putra mengalihkan mukanya dan kembali berjalan masuk.“Maaf pak..mungkin Putra masih ngantuk”“Oh ya..nggak pa-pa..kalo gitu saya permisi dulu” Laki-laki itu berpamitan, dan Ningsih kembali menutup pintu rumahnya.“Putra..nggak sopan itu..” Tanpa menanggapi omelan Ningsih, Putra mengambil alat gambarnya dan masuk kamar.“Braaaak…” suara pintu terbanting keras di belakang Putra. Anak kecil itu balik ke ranjang, sambil memeluk alat gambarnya Putra mulai memejamkan mata.                 Hari berikutnya, laki-laki paruh baya itu kembali mengantar pulang Ningsih.“Putra..” belum selesai laki-laki itu menyapa Putra, dia sudah berbalik dan kembali masuk ke rumah“Anak kamu itu kenapa…nggak suka sama saya?”“Oh..nggak pak..anak saya memang agak istimewa”Putra menghentikan langkahnya ketika mendengar kata itu, menoleh dan menatap datar laki-laki itu.“Ya sudah saya pamit”“Iya pak “Ningsih menutup pintu dan menghampiri Putra“Putra..ibu kan sudah pernah bilang itu tidak sopan” Putra hanya menatap mata ibunya“Putra kamu dengar apa yang ibu bilang kan”“Putra..” Ningsih menggoncang-goancang tubuh Putra“Dia atasan ibu di kantor..kalau tidak ada orang itu ibu tidak akan bisa bekerja seperti sekarang”Putra diam..“Putra jawab ibu..”“Sampai kapan kamu akan seperti ini nak..”“Putra..”Ningsih mulai mengendorkan genggaman tanggannya di lengan Putra. Anak itu mengambil alat-alat gambarnya, berjalan menuju kamar, naik ke ranjang dan memejamkan mata sambil memeluk erat alat-alat gambarnya. Ningsih tertunduk lesu melihat kelakuan anak semata wayangnya, menghela nafas di atas lantai dingin yang didudukinya. “Putra hari ini ikut ibu ke kantor ya…nanti pulangnya kita jalan-jalan”Ningsih mengajak Putra ikut  ke kantornya, Putra mengambil alat-alat gambarnya memasukkannya ke dalam tas kecilnya dan berjalan  keluar rumah bersama ibunya.“Loh Putra ikut..” Indah saudara Ningsih menyapa Putra sesampainya mereka di kantor.“Eh Putra..hari ini ikut ibu kerja ya..sekarang ikut om ya…jangan diganggu dulu ibunya” Laki-laki paruh baya yang tak lain adalah bos Ningsih di department store itu mengajak Putra menjauh dari ibunya, dia mengajaknya ke ruang kerjanya.“Putra mau jus..” seraya mengambilkannya sebotol jus dari dalam lemari es kecil di kantornya.Putra duduk diam dan mulai mengeluarkan alat gambarnya Putra sama sekali tidak mempedulikannya, dia hanya terus menggambar. Heru meletakkan jus di sofa, mundur dan duduk di meja kerjanya.“putra..”“sebenarnya om suka sama ibu putra..”“putra mau merestui kan..”Putra berhenti menggambar, dia mendongak, menatap heru dengan tatapan kosongnya itu. Lama putra menatap Heru, tangan kanan putra memegang pensil warna dengan sangat erat, menekankan ujungnya di kertas gambarnya sampai ujung pensil itu patah. Heru kaget melihat tatapan aneh putra, tanpa bisa berkata apapun, yang Heru lakukan hanya tetap menatap putra. Ketokan pintu membunyarkan semuanya, putra kembali menunduk. Heru tersadar dan membukakan pintu. Ningsih masuk dan mengajak putra keluar. Heru menatap kepergian putra dengan aneh. Ningsih menitipkan putra di tempat penitipan anak, berbicara dengan penjaganya sebentar, tersenyum pada putra dan meninggalkan putra bersama anak-anak lain di tempat itu. Heru berjalan keluar dari department store saat jam makan siang. Dia berhenti di pinggir jalan, menoleh ke kanan dan kiri mencoba mencari celah untuk menyebrang. Pandangan Heru tiba-tiba terpaku pada sosok anak di seberang jalan. Putra, diseberang jalan itu ada putra, dia melambaikan tangannya pada Heru. Tanpa menoleh ke kanan dan ke kiri, heru melangkahkan kakinya ke jalanan yang penuh lalu lalang kendaraan bermotor itu. “braaaaakkkkk……”Tubuh Heru terhempas ke aspal jalanan. Sebuah mobil kijang yang berkecepatan tinggi menabrak Heru yang tiba-tiba menyebrang jalan. Tubuh itu kejang, berlumuran darah dan berhenti bernafas. Orang-orang sekitar dan beberapa karyawan yang saat itu juga antri menyebrang, berteriak dan berkerumun di seputaran tubuh heru. Beberapa karyawan yang ada di dalam department store pun ikut keluar. Putra menunduk di salah satu sudut ruangan, sibuk menggambar. Tiba-tiba salah satu anak mendekat dan melihat gambar putra. Anak itu mengernyit aneh saat melihat gambar putra, putra berhenti menggambar dan balik menatap anak itu. Lagi-lagi dengan tatapan kosongnya, anak laki-laki itu mundur sedikit, menangis, berbalik kemudian berlari ke arah ibunya.  Putra sekarang lebih sering ikut ibunya ke tempat kerjanya, hampir setiap hari. Ningsih berharap ketika putra diajak ke tempat kerjanya, putra akan lebih sering berinteraksi dengan banyak orang. Tak terkecuali dengan anak-anak kecil sebayanya di tempat penitipan anak, namun hal itu sama sekali tidak berhasil. Putra tetap menjadi penyendiri, dia lebih sering menggambar. Anak-anak di tempat penitipan itu semua menjauhi putra, tatapan mereka seakan ketakutan kalau melihat wajah putra. Putrapun tidak berinisiatif untuk mencoba mendekati dan berinteraksi dengan anak-anak itu. Putra seakan menutup diri dan menarik diri dari anak-anak sebayanya itu. Yang dilakukan putra setiap harinya hanya datang ke tempat penitipan anak, berjalan ke pojok ruangan, mengeluarkan alat-alat gambarnya, mulai menggambar, siang ibunya menjemput untuk makan siang, setelah itu kembai ke pojok ruangan dan kembali menggambar, sore ningsih menjemputnya pulang. Sama sekali tidak ada perkembangan. Ningsih melihat menatap sayu putra dari balik jendela kaca. Ningsih meratapi nasib anaknya yang menjadi penyendiri seperti itu. Dengan memegang sebuah air mineral gelasan. Ratih, teman dekat ningsih tiba-tiba menepuk pundak ningsih dari belakang. “hei…”“oh..heii” “gimana putra..?”“sampai sekarang nggak ada perubahan..aku juga bingung mesti bagaimana menghadapi putra..bagaimana dia bisa seperti anak-anak itu”“gini ja..coba kamu ke psikiater..biasanya seh..ada terapi khusus..untuk anak seperti putra..nggak ada salahnya kan mencoba..ni semua kan juga buat putra”Putra mulai terusik dengan kata-kata yang baru saja diucapkan ratih, putra berhenti menggambar dan mendongak, menatap mata ratih.“ya ampuun Putra..!!kaget aku..kenapa Putra..tiba-tiba menatapku seperti itu”Ningsih bingung menjawab pertanyaan ratih, karena Ningsih juga tidak tahu pasti kenapa Putra seperti itu. Ningsih hanya mengelengkan kepalanya, sambil melihat Ratih dan putra bergantian. Putra terus menatap Ratih tanpa berkedip, tangan mungilnya menggenggam kertas di bawahnya sampai sobek. Ningsih semakin bertambah bingung melihat Ratih yang seakan terpaku menatap Putra.“tih..kamu kenapa?”“eh..oh..nggak pa-pa…aku pulang dulu ya..ada keperluan. Tadi juga udah ijin bos kok”Ningsih mengangguk, ratih pamitan dan berjalan menjauh dari ningsih. Ningsih terus mengamati Ratih, mencoba mencari tahu yang baru saja terjadi. Seteah sosok Ratih benar-benar menghilang dari pandangan Ningsih, Ningsih berbalik mengamati Putra. Setelah Ratih pulang, Putra kembali menunduk dan meneruskan gambarnya. Lama Ningsih mengamati anaknya, mencoba mengerti apa maksud pandangan Putra tadi. Ratih berjalan pulang melewati sebuah jembatan, langkah kaki ratih pelan, ada sesuatu yang sedang dipikirkan Ratih. Tatapan mata Putra, bayangan itu terus berulang di benak Ratih. Ada yang aneh dengan tatapan Putra, tapi Ratih tak tahu itu. Ketika langkahnya tepat berada di tengah jembatan, tiba-tiba pandangan Ratih tertuju pada sosok anak yang diam di tengah sungai, Ratih berhenti, mengamati sosok anak kecil yang juga mengamatinya. Mata Ratih membelalak, anak kecil itu Putra, dan Putra hampir tenggelam. Ratih berteriak teriak histeris, orang-orang yang berjalan melewati Ratih memandanganya dengan tatapan aneh dan heran. Ratih akhirnya melompat ke dalam sungai, mencoba menggapai Putra, namun usahanya gagal, Ratih terseret ombak dan tenggelam. Orang-orang yang tadi melihatnya heran, berteriak histeris saat Ratih terjun ke sungai. Orang-orang ini menggerumuni jembatan, mencoba mencari tahu apa yang sedang dilakukan Ratih.  Putra menunduk, dengan wajah lugu dan tatapan kosongnya itu, Putra terus menggambar. Dengan asyiknya putra bermain dengan pensil gambarnya. “Putra ayo pulang..” Ningsih memanggil putraPutra menoleh melihat ibunya, tanpa mengangguk putra membereskan alat-alat gambarnya, dan memasukkannya ke dalam tas mungil yang selalu dibawanya. Tak ketinggalan, gambar terakhir yang dia buat, tentang Ratih, sama persis apa yang dialami ratih dengan gambar buatan tangan putra ini. Setelah membereskannya Putra berjalan menuju Ningsih, dan berjalan pulang dengannya. Telepon genggam ratih berbunyi, Ratih berhenti sebentar di pinggir jalan, dan menerima telepon. Ratih berbicara sebentar dengan sang penelepon.“apaa…”Ningsih berteriak histeris, penelepon tadi adalah teman Ningsih, dia memberitahu Ningsih perihal kematian Ratih beberapa jam lalu, yang tenggelam di sungai. Kematian yang menurut temannya ini terkesan janggal. Sambil terus mendengarkan penjelasan dari penelepon, Ningsih kontan melihat Putra, mengamati anak laki-lakinya itu. Putra balik melihat ibunya dengan tatapan tanpa dosa. Ningsih menutup teleponnya dan masuk ke dalam angkutan umum yang berhenti di depan ningsih. Ningsih mulai mempertimbangkan saran ratih yang terakhir didengarnya sebelum dia meninggal. Putra memang harus mendapat perawatan. Ratih menggandeng tangan mungil putra, berjalan menyusuri koridor Rumah sakit menuju ruangan psikiater.Ningsih dan putra masuk ke ruangan psikiater. Psikiater menyuruh Ningsih duduk di kursi tepat di depan mejanya, dan menyuruh Putra duduk di sofa panjang sebelahnya. Psikiater itu berbincang dengan Ningsih perihal putra. Riwayat kesehatan jiwanya, dan penyimpangan yang dialami Putra. Setelah ningsih berkonsultasi, psikiater itu menyuruh Ningsih menunggu di luar agar dia bisa berbicara berdua dengan Putra. Setelah Ningsih keluar, sang psikiater menghampiri putra dan mencoba berinteraksi dengannya.“halo putra..namaku Pak Handoko..putra mau main..”Putra diam menatap psikiater itu, tak berapa lama kemudian putra mengeluarkan alat-alat gambarnya dan mulai menggambar, tanpa mempedulikan psikiater di depannya yang terus mencoba berkomunikasi dengan putra. Dengan berbagai cara psikiater itu mencoba menarik perhatian putra, semua mainan di depan putra, coba dimainkan psikiater itu dengan terus berbicara. Nampaknya, kesabaran psikiater itu mulai habis, pelan-pelan orang tua ini mengambil kertas gambar putra. Merasa dunianya diusik, putra menoleh ke arah psikiater itu. Bapak tua ini kaget dan melepaskan tangannya dari kertas gambar putra. Putra kembali menunduk dan meneruskan gambarnya. Psikiter itu keluar menemui ningsih, pintu tempat prakteknya dibiarkan setengah terbuka. Orang tua yang selalu tampak rapi ini, menurunkan nada suaranya saat berbicara dengan ningsih.“begini bu ningsih..sebaiknya putra lebih sering dibawa kemar. Anak ibu ini harus segera diterapi mumpung masih kecil. Putra menderita keterbelakangan mental..dia kurang bisa berkosentrasi..tidak bisa berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya”Ningsih mengangguk, mencoba membuat janji konsultasi lagi. Putra berhenti menggambar, putra mendengar pernyataan psikiater itu, putra tidak terima dikatakan sebagai anak yang mempunyai keterbelakangan mental. Lagi-lagi pensil warna milik putra patah, karena putra terlalu erat menggenggamnya. Setelah beberapa lama berdiskusi di luar, ningsih dan psikiater masuk kembali ke dalam ruang praktek. Sang psikiater jongkok di depan putra dan mencoba berbicara kembali dengan putra.“putra..”Putra kontan mendongak ketika mendengar namanya dipanggil, menatap mata psikiater di depannya. Psikiater itu terlonjak kaget melihat tatapan putra, yang hanya sebuah tatapan kosong tapi, kenapa begitu menakutkan. Ningsih buru-buru merapikan alat-alat gambar putra dan berpamitan pulang pada psikiater yang masih bertampang bingung itu.Beberapa jam setelah kepulangan putra, psikiater ini mulai membereskan meja kerjanya dan bersiap pulang. Saat menoleh ke arah jendela yang terbuka, psikiater ini terbelalak kaget ketika melihat putra yang sudah duduk di jendela seolah akan terjun ke bawah. Psikiater tua itu berjalan menghampiri putra mencoba meraih tangan putra. Tapi belum sempat psikiater itu meraih tangan putra, putra sudah melompat ke bawah. Tanpa pikir panjang orang tua ini ikut melompat dari lantai 3 sebuah rumah sakit. Asisten psikiater membelalak kaget dan berteriak histeris ketika melihat atasannya melompat dari lantai 3 gedung itu. Psikiater yang mencoba mengobati putra ini, mendarat keras di sebuah mobil yang sedang parkir di depan rumah sakit, tubuhnya sempat kejang namun tiba-tiba berhenti bergerak dan jantungnya berhenti bernafas. Putra tengkurap di ranjang, matanya tertuju pada kertas kecil di depannya, dan tangan mungilnya menggores-goreskan pensil warna di kertas gambarnya. Kali ini seseorang yang lompat dari sebuah gedung dan menimpa sebuah mobil dibawahnya yang di gambar putra dari tadi. Kejadian itu sama persis lagi dengan kejadian beberapa jam lalu. Ningsih sedang menonton televisi malam itu, tiba-tiba saja ningsih dikejutkan oleh sebuah berita tentang seorang psikiater yang melompat terjun dari gedung rumah sakit, lantai 3 yaitu dari ruang prakteknya. Menurut berita, kematian psikiater ini tergolong aneh karena tidak ada motif di balik tindakannya ini. Ningsih menutup mulutnya, mencoba menahan suara terkejutnya ini, ketika tahu psikiater yang tewas itu adalah psikiater yang baru ditemuinya sore tadi. Ningsih berbelanja kebutuhan pokok seperti mie instan minyak goreng di sebuah minimarket. Tanpa sengaja Ningsih bertemu dengan Andri, sepupunya yang sudah lama tak ditemuinya.“Ningsih…!!lama nggak ketemu..kabarmu gimana?”“Ndri..baik. Kamu?”“iya aku juga baik. Eh Putra..dah gede ya sekarang..” jawab Andri sambil menatap PutraNingsih dan Andri berbincang di minimarket itu. “eh Ning..main ke rumah ya..ajak putra..atau lusa kamu ajak putra ke rumah. Biar aku jagain mumpung aku libur..nanti pulangnya aku anter..”“iya..liat ntar lusa ja ya..kalau jadi nanti Putra ta anter ke rumahmu. Kalau gitu aku pulang dulu ya..”Ningsih keluar  dari minimarket setelah membayar semua belanjaannya. Ningsih akhirnya menitipkan putra pada Andri, paling tidak ini akan mendekatkan putra dengan saudaranya, pikir Ningsih. Ketika ibunya berangkat kerja, Putra langsung duduk di sofa, mengeluarkan alat-alat gambarnya dan mulai sibuk sendiri dengan kegiatan gambarnya. Andri mencoba berinteraksi dengan Putra.“Putra mau minum..??om ambilin minum ya..”Putra sama sekali tidak menggubrisnya. Andri berjalan ke dapur dan mengambilkan putra segelas air jeruk. Andri mendekati putra, mengajaknya bermain bola. Putra tetap menunduk dan terus menggambar. Andri sampai bermain bola sendiri berharap putra akan tertarik dan mau ikut main bersamanya. Andri mencoba berbagai cara untuk membuat putra sadar bahwa di ruangan itu ada andri, bukan hanya putra dan dunia menggambarnya itu. Setelah beberapa jam mencoba akhirnya andripun menyerah dan mulai emosi menghadapi anak sepupunya itu.“eh..heh…cukup..ini sudah cukup. Kamu memang bukan anak normal..demi kamu Ningsih harus bekerja sampai larut malam begitu..cuma untuk menghidupi anak cacat. Ningsih memang terlalu bodoh waktu menikahi Hendra..ayahmu yang gila itu. Kalau saja Ningsih dulu mendengarkan keluarganya..maka dia tidak akan pernah melahirkan bayi cacat sepertimu.” Andri menuding-nuding Putra. Tangannya berhenti menggambar, mata putra beradu dengan mata andri. Lama putra menatap dingin andri, kosong, namun dalam. Dahi andri mengernyit, mulutnya menganga, mencoba mengatakan sesuatu tapi seakan tersekat. Lama mereka saling menatap sampai suara telepon mengembalikan andri kembali ke dunia nyata. Andri mundur ke belakang, kemudian berbalik menuju ruang tengah, mengangkat telepon yang sedari tadi berdering.“ha..halo..” jawab Andri dengan nafas terengah-engah Ningsih beranjak dari duduknya saat mendengar pintunya diketuk. Ningsih berjalan mendekati pintu dan membuka pintunya. Andri mengantar putra pulang malam itu. Setelah benbincang sebentar Andri pamit pulang. Andri berjalan menyusuri trotoar jalan menuju rumahnya. Tanpa sengaja andri melewati sebuah rumah yang terbakar hebat. Ada pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api dengan bantuan beberapa warga sekitar. Andri berhenti, kemudian melihat sebentar kebakaran di depan matanya. Tanpa sadar, pandangan andri tertuju pada jendela atas pada rumah yang terbakar itu. Andri kaget, dia melihat putra di dalam rumah yang terbakar itu, spontan andri masuk ke dalam rumah, menerobos kobaran api yang semakin membesar. Beberapa warga yang melihat hal itu berteriak-teriak. Andri tetap masuk ke dalam rumah.“putraa….” teriak AndriTanpa sadar atap-atap rumah yang mulai habis dilalap api itu runtuh dan menimpa tubuh Andri. Semua orang yang melihat hal itu berteriak histeris, beberapa warga dan pemadam kebakaran berlarian menuju andri yang tertimpa atap runtuh. Dengan sigap para warga melarikan andri ke rumah sakit terdekat. Putra duduk bersimpuh di samping tempat tidurnya, dengan beberapa pensil warna dan secarik kertas gambar, putra melukiskan seluruh kejadian yang menimpa andri. Lengkap dengan rumah yang terbakar dan kemudian ambruk menimpa andri.Telepon rumah ningsih berdering. Ningsih beranjak dari duduknya dan menjawab telepon. Istri andri yang menelponnya mengabarkan kalau andri baru saja mendapat musibah, sepulangnya dari rumah ningsih. Andri terbakar di sebuah rumah dan sekarang ada di UGD rumah sakit setempat. Tanpa pamit pada putra, ningsih keluar rumah menuju rumah sakit, tempat dimana andri mendapat pertolongan.  Ningsih mencari istri andri, mencoba bertanya perihal kejadian yang menimpa andri, dan kenapa andri bisa terjebak di rumah yang terbakar itu. Istri Andri hanya bisa menggeleng sambil menahan tangis yang tak bisa dibendungnya. Istri andri bingung memberi penjelasan pada ningsih, karena kejadian itu terlalu aneh. Istri andri hanya mengatakan apa yang diberitahukan warga sekitar yang menolong andri.“mereka cuma bilang kalau tiba-tiba mas andri menerobos api dan masuk ke dalam rumah yang terbakar..kalaupun mau menolong seseorang..siapa yang dia tolong..semua penghuni rumah itu sudah keluar. Setelah mas andri masuk..atap rumah itu runtuh dan menimpa mas andri” jelas istri Andri sambil terisakDahi ningsih mengernyit mendengar pernyataan istri andri, aneh. Sebenarnya apa yang ada di benak andri sampai nekat masuk ke dalam rumah yang hampir terbakar habis itu. Selama perjalanan menuju rumahnya, ningsih terus memikirkan kata-kata istri andri. Kata-kata itu terus berulang di pikiran ningsih. Kenapa tak kurang dari sebulan, orang-orang terdekatnya mati mengenaskan, ataupun terkena musibah seperti yang dialami andri sepupunya. Ningsih berusaha mengkait-kaitkan setiap kejadian dengan dirinya dan putra. Kenapa orang terakhir yang ditemui para korban ini, adalah ningsih dan putra. Saat tiba di rumah, ningsih mendapati putra yang sedang tertidur pulas di ranjangnya dengan memegang kertas gambar yang baru saja dilukisnya. Ningsih mendekat dan mencium kening putra, menatap lama anak tunggalnya. Tanpa sengaja ningsih melihat gambar yang dipegang tangan mungil putra, ningsih mengambil dan mengamatinya. Begitu terkejutnya ningsih saat gambar itu merupakan sebuah kejadian yang menimpa sepupunya, dan gambar itu sama dengan kejadian nyatanya. Ningsih mulai mencari-cari gambar-gambar yang dibuat putra selama ini. Ningsih membongkar-bongkar isi tas putra, walaupun tergesa-gesa tapi ningsih tetap berhati-hati dalam membongkar-bongkar barang milik putra. Di dalam tas dan kolong tempat tidur putra, ningsih menemukan bermacam-macam gambar buatan putra. Ningsih memperhatikan tiap detail dari gambar-gambar buatan putra, ningsih gemetar saat menemukan gambar-gambar kematian seperti yang dialami teman-teman dekatnya, dan semuanya sama seperti kejadian nyatanya. Ningsih menahan tangisnya dan berjalan keluar kamar putra.Ningsih masuk ke dalam kamar. Ningsih berjalan mondar-mandir sambil menahan air matanya yang terus-menerus jatuh. Ningsih bingung dengan semua keadaan aneh yang menimpanya beberapa bulan minggu terakhir. Ningsih merebahkan dirinya di atas ranjang, mencoba memejamkan matanya tapi , pikirannya terlalu penuh dengan pertanyaan “kenapa..kenapa dan kenapa?”. Keesokkan harinya, ningsih keluar kamar, dan bergegas keluar rumah tanpa mengucapkan salam atau pamit pada putra, yang melihat kepergian ibunya dari balik pintu kamarnya yang sedikit terbuka. Putra diam melihat ibunya, yang tiba-tiba saja seakan tidak mempedulikannya.  Saat Putra asyik menggambar di balik sofa, telepon rumahnya berdering. Putra mendongak, cukup lama putra menatap telepon yang berdering itu. Akhirnya, putra beranjak dan mendekati telepon yang telah lama mengusik ketenangan putra. Putra mengangkat telepon, tanpa bersuara sedikitpun. Tanpa salam suara di seberang telepon langsung menegur putra yang dianggapnya ningsih. “Ning..kamu kemana?kenapa nggak masuk kantor”Putra langsung menutup telepon saat mendengar kata itu. Putra berdiri diam, menatap foto Ningsih dan putra yang terpajang rapi di sebelah telepon. Tak berapa lama, putra kembali ke balik sofa dan meneruskan gambarnya. Ningsih masuk ke dalam sebuah perpustakaan umum, dengan tergesa-gesa ningsih menaiki tangga menuju ke lantai dua. Mata ningsih menyapu semua rak-rak buku yang ada di lantai dua, dan akhirnya pandangan ningsih tertuju pada tumpukan koran yang berada di sudut ruangan terdepan. Langkah ningsih berjalan cukup cepat menuju tumpukkan koran itu. Ningsih mulai memilah-milah koran di hadapannya, mencari koran dengan tanggal sesuai kejadian aneh yang menewaskan beberapa teman dekatnya. Ningsih menemukan koran-koran itu, dengan gugup ningsih memeriksa setiap halaman demi halaman yang dibukanya. Ningsih menemukan berita tentang kematian bosnya, menurut beberapa saksi mata di lokasi kejadian, bosnya ini terlihat seperti memperhatikan seseorang dan hendak menghampirinya sebelum akhirnya tewas tertabrak sebuah mobil. Di koran satunya, memuat berita kematian ratih yang terseret arus sungai dan tenggelam. Saat membaca tentang kematian teman dekatnya, ada ungkapan aneh saat beberapa saksi mata mengatakan korban meneriakkan kata “putra..putra” sebelum akhirnya terjun ke sungai. Ningsih berhenti membaca, mencoba menelaah beberapa kata di koran yang sedang dibacanya sekarang. Tangan ningsih bergetar saat mulai mengerti dengan apa yang baru saja dibacanya. Ningsih menutup koran yang memuat berita tentang kematian ratih, dan mulai membaca koran yang memuat berita kematian aneh seorang psikiater. Para saksi yang melihat kejadian itu mengatakan, dia berusaha memegang seseorang sebelum akhirnya dia sendiri yang melompat dari jendela ruang prakteknya di lantai 3. Lama sekali ningsih menghabiskan waktu di perpustakaan itu, dia mencoba mencari tahu tentang kematian-kematian aneh yang beredar di sekitarnya akhir-akhir ini. Ningsih masuk ke dalam rumah, mendapati putra yang juga melihatnya masuk dari balik sofa. “Putra makan..selesai makan masuk kamar..tidur”Setelah menyuruh putra makan ningsih masuk ke kamar dan mengunci pintunya. Putra menuruti apa kata ibunya, putra berjalan ke dapur mengambil makanan, duduk di sofa, mulai menyantap makanannya. Selesai makan, putra menaruh piring kotornya di tempat cucian piring, berbalik dan menuju ke kamar. Saat melewati kamar ibunya, putra berhenti sebentar, melihat pintu kamar ibunya sejenak kemudian masuk ke kamarnya sendiri.Ningsih gelisah, matanya tetap terjaga, memandangi satu gambar kematian putra tentang kecelakaan tragis bosnya yang diambilnya dari kolong tempat tidur putra. Paginya ningsih keluar kamar dengan tergesa-gesa, ningsih kaget melihat putra menatapnya dari depan pintu kamarnya. “Putra jangan lupa makan ya..kunci pintu depan..”Dengan sedikit berlari ningsih keluar rumah. Beberapa jam setelah ningsih keluar, telepon rumah berdering. Putra melihat telepon yang berdering itu, tanpa menunggu lama seperti kemarin putra mengangkat telepon yang berdering itu. “Ning..kamu ini apa-apaan. 2 hari nggak masuk..kamu sakit..”Putra melepaskan genggamannya di gagang telepon itu, dan membiarkannya jatuh menggantung. Putra menatap sebentar foto putra bersama ibunya di sebelah telepon. Tangan mungil putra membalikkan foto itu dengan kasar, kemudian berlari menuju kamarnya. Ningsih berdiri diam, menengadahkan kepalanya, melihat jendela rumah sakit dimana psikiater tersebut loncat dari lantai 3 ruangan prakteknya.  Ningsih berhenti berjalan ketika melewati jembatan, tempat ratih tenggelam. Pandangan ningsih menyapu tiap sisi sungai yang arusnya cukup deras itu. Ningsih membayangkan bagaimana teman-teman dekatnya ini bisa terbunuh. Lama ningsih terdiam di pinggir jembatan itu. Ningsih juga berjalan melewati rumah bekas tragedi kebakaran itu. Ningsih menatap rumah bekas kebakaran itu. Mata ningsih mengamati rumah tiap jengkal rumah yang sudah tak berbentuk itu. Ningsih berjalan melewati garis polisi yang melingkari tkp. Ningsih berjalan mengitari rumah dengan terus memikirkan kejadian-kejadian aneh itu dalam kepalanya. Telepon genggam ningsih berdering, penelepon itu mengabari ningsih bahwa andri sudah sadar dan terus menerus memanggil nama ningsih. Tanpa banyak bertanya ningsih langsung meluncur ke RS. Ningsih masuk ke ruang itu dengan tergesa-gesa, dan mendekati andri. Belum sempat ningsih mengucapkan salam saat bertemu dengan sepupunya, laki-laki yang terbaring lemah itu, sudah mencecar ningsih dengan pertanyaan yang semakin membingungkan ningsih.“Pu..Putra gimana..dia baik-baik saja kan..” tanya Andri“ap..apa..?”“put..ra dia ada di rumah yang terbakar itu gimana kead..annya?” “tapi..putra..” tanya Ningsih heran“Putra..dia ada disana..menatap q..“putra…dia disana..puut..rraaa…”Belum sempat ningsih menjelaskan pada andri bahwa putra saat itu berada di rumah, suster dan istri andri menyuruhnya keluar. Demi kesehatan pasien, mereka menyuruh ningsih keluar, karena andri sudah mulai histeris, dan terus meneriakkan kata-kata “putra..putra..”Ningsih keluar rumah sakit dengan wajah bingung, jalannya tidak terarah sampai menabrak orang yang mau masuk rumah sakit. Ningsih pulang dengan semua pikiran yang terus berkecamuk. Dalam angkutan umum, ningsih memikirkan semuanya, dan akhirnya ningsih mulai mengkaitkannya dengan semua gambar-gambar putra. Pikiran ningsih mulai membandingkan semua kejadian itu dengan gambar-gambar kematian yang ditemukan nigsih dikamar putra. Gambar-gambar kematian putra ternyata menjadi kenyataan, selama ini ternyata putra menyimpan sesuatu yang tidak pernah diketahui ningsih sebelumnya. Bayangan kematian-kematian itu mulai memenuhi pikiran ningsih. Ningsih membuka pintu rumah dengan kasar.“PUTRA…” teriak NingsihNingsih mencari putra, anak kecil itu biasa duduk di balik sofa tapi kali ini tidak. Ningsih mencari putra di tiap sudut kamarnya. Ningsih panik saat putra tidak ditemukan dimanapun.Ningsih keluar kamar dengan panik, ketika mulai menyerah setelah mengobrak abrik rumah, ningsih menemukan gambar tentang berbagai cara kematian putra, dan itu semakin membuat ningsih tergolek lemas di lantai rumahnya. Ningsih menangis, saat dia menunduk pasrah ningsih melihat sesuatu yang tersembul keluar dari kolong sofa. Sebuah gambar yang lusuh terkena debu, gambar itu berisikan seorang anak yang bergandengan dengan ibunya di padang rumput hijau dengan langit biru tanpa awan. Di tengah-tengah gambar ada sebuah simbol Setelah melihat gambar yang mengharukan, ningsih berlari keluar rumah dan mencari keberadaan putra. Tempat pertama yang dikunjunginya adalah tempatnya bekerja, dia bertanya pada semua karyawan apa mereka melihat putra. Tapi semua orang ditanyainya cuma bisa menggelengkan kepala. Ningsih bertanya pada penjaga tempat itu kalau-kalau putra mampir kesana, karena menurut ningsih cuma tempat ini yang putra tahu. Semua penjaga tempat penitipan anak, juga cuma bisa menggeleng. Ningsih mulai panik dan keluar dari department store tempatnya bekerja. Ningsih berlari melewati tiap sudut jalan yang biasa dilewatinya. Menyusuri jalanan yang mungkin biasa dilalui putra. Pandangannya menyapu tiap gang yang dilewati ningsih, taman dan sebuah sekolah. Namun putra tak kunjung ketemu. Ningsih sampai kembali ke rumahnya, dia sudah mulai putus asa, ningsih duduk di tangga masuk, menunduk dan menangis. Tiba-tiba ningsih mendongakkan kepalanya dan mulai berlari lagi.  Ningsih berlari menuju makam suaminya, dan benar saja dia menemukan putra disana, duduk di sebelah makam suaminya sambil tertunduk, menggambar. Ningsih menghampirinya dan memeluknya erat. Ningsih melihat gambar-gambar yang dibuat putra semuanya gambar kematian putra. Ningsih kaget, dia memeluk putra dan menggendongnya pulang, membiarkan kertas dan pensil warnanya jatuh berserakan di sekitar makam. Salah satu gambar yang berserakan itu berisi seorang anak yang duduk di sebuah ruangan gelap, menunduk sambil memegang erat kedua kakinya. Sebuah gambar yang menunjukkan kesendirian putra.Ningsih kalut, berlari pulang sambil terus menggendong putra. Beberapa kali ningsih hampir tertabrak, karena berlari tanpa melihat keadaan sekitarnya.  Ningsih sampai di rumahnya, menggendong putra sampai di kamar ningsih. Ningsih kemudian menurunkan putra. “putraa..diam disini dulu ya..jangan berbuat apapun. MENGERTI..!!” tegas NingsihPutra tidak mengangguk maupun menggeleng, dia menatap ibunya. Ningsih keluar sebentar, mencari beberapa kayu. Ningsih kembali ke dalam kamar dan mulai memasang beberapa kayu untuk menutupi jendelanya, ningsih memaku kayu-kayu sebagai palang di jendela kamarnya. Hal itu dilakukan ningsih karena menemukan gambar putra yang tengah melompat dari jendela sebuah gedung.ningsih menyingkirkan setiap benda tajam yang ada di kamar itu. Ningsih keluar kamar, menyuruh putra tetap di kamar itu selagi dia mencari bantuan dan mengunci pintunya dari luar. Ningsih membereskan beberapa baju putra dan memasukkannya ke dalam tas besar. Ningsih memasukkan semua yang perlu dia bawa ke dalam tas itu.Ningsih mengambil tas di sofa yang tadi ditaruhnya saat panik mencari putra, kemudian berlari keluar rumah. Saat putra ditinggal ibunya, dia melihat sekeliling kamarnya yang sekarang gelap, menatap kayu-kayu yang dipakukan ningsih di jendela kamar putra. Setelah mata putra mengelilingi seluruh sisi kamar, mata putra terpaku pada cermin di pojok ruangan. Putra menghampirinya, menatapnya lama, menatap sosok putra lain yang tersenyum menyeringai di seberang sana. Ningsih berusaha meminta bantuan tetangganya untuk mencarikannya sebuah taksi. Ningsih tak sabar menunggu taksi itu, salah seorang tetangga yang menyewakan mobil, menawari ningsih dengan mobil sewaannya.  Sosok putra lain di cermin itu mengolok-olok putra.“ibumu sudah tidak mempedulikanmu. Lagi putra..lihat apa yang dia perbuat padamu..dia mengurungmu dan meninggalkanmu..dia meninggalkanmu putra..dia meninggalkanmu” kata wajah lain itu sinisPutra menggeleng dan terus menggeleng sambil menatap sosok di cermin itu. Putra di cermin terus mengolok putra sampai akhirnya putra berteriak.“tidaaaak…..hiks..” teriak Putra sambil terisak“lihat saja apa dia akan kembali..Kau tidak perlu menunggunya..Kamu hanya perlu meninggalkannya. Sekarang!!” desah sosok lain itu“sekarang putra..ikuti apa yang kulakukan”Putra diam, dia hanya menatap bayangan dirinya di cermin yang terus menyeringai.“sekarang putra…”“SEKARANG…” teriaknyaPutra membenturkan kepalanya ke cermin di depannya, tepat saat putra membenturkan kepalanya ningsih masuk ke dalam kamar dan menangkap tubuh lemas putra. Ningsih berteriak minta tolong sambil menangis histeris. Ningsih terus berteriak sambil menatap putra, dan ada satu kata terakhir yang keluar dari mulut putra.“putra nggak mau ibu ninggalin putra” desah NingsihKemudian putra menutup matanya. “putraa..buka mata nak..putraaa…..” teriak Ningsih sambil terisakNingsih memeluk tubuh putra, para tetangga mulai berdatangan saat putra sudah tak bernyawa.